Kompas.com - 19/09/2021, 20:06 WIB
Sekumpulan babi rusa sedang menikmati lumpur mineral di kolam Adudu. Satwa endemik Sulawesi ini menjadi daya tarik Suaka Margasatwa Nantu di Provinsi Gorontalo. KOMPAS.com/ROSYID AZHARSekumpulan babi rusa sedang menikmati lumpur mineral di kolam Adudu. Satwa endemik Sulawesi ini menjadi daya tarik Suaka Margasatwa Nantu di Provinsi Gorontalo.

KOMPAS.com - Sebagai negara dengan kekayaan alam yang besar, wajar jika Indonesia juga memiliki banyak flora dan fauna khas yang unik. Salah satunya Babyrousa sp atau babirusa.

Dosen di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB) University mengatakan babirusa merupakan satwa endemik Sulawesi, Kepulauan Sula, serta Pulau Buru di Maluku Utara.

Uniknya, babirusa jantan memiliki dua taring besar (panjangnya mencapai 300 mm) menyerupai “tanduk” yang dalam Bahasa Inggris disebut “tusk”.

Seringkali, taring ini dianggap tanduk oleh banyak orang. Taring ini menembus kulit moncongnya hingga mencuat bengkok ke belakang sampai di depan matanya.

“Pada betina taring ini lebih pendek atau bahkan tidak tumbuh mencuat keluar seperti pada jantan. Babirusa jantan merupakan satu-satunya satwa di dunia yang memiliki hal itu,” ujarnya dilansir dari laman IPB.

Ia mengatakan babirusa jantan maupun betina mencapai dewasa kelamin (sexual maturity) pada usia 5-10 bulan, namun ada juga yang melaporkan pada usia sekitar 548 hari, dengan masa hidup maksimum (maximum longevity) mencapai usia 23-24 tahun.

"Seekor induk betina hanya melahirkan satu kali dalam setahun dengan masa kebuntingan berkisar 155–158 hari. Jumlah anak dari seekor babirusa betina setiap kali melahirkan adalah 1-2 ekor dengan berat anak pada waktu lahir sekitar 0.715 kilogram," Kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lama anak disusui oleh induk sekitar 1 bulan, namun ada yang melaporkan lama masa anak bersama induknya sampai 213 hari. "Setelah itu anak disapih untuk mencari makanan sendiri di hutan," jelasnya.

Baca juga: Pakar IPB Beberkan Alasan Tidak Ada Kucing Belang Tiga Jantan

Ia menyebut bahwa babirusa hidup dalam kawanan atau kelompok karena babirusa biasa hidup dalam kelompok kecil dengan seekor betina sebagai pemimpinnya (matriarchal group).

"Kelompok babirusa memiliki ikatan yang kuat sehingga mampu mempertahankan diri dari predator. Sebaliknya, babirusa jantan dewasa biasanya hidup soliter dan bergabung dengan betina dewasa pada musim kawin," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.