Hari Santri 2021, Menag: Santri Miliki Komitmen Bela Tanah Air dan Persatuan Bangsa

Kompas.com - 21/09/2021, 16:14 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di peringatan Hari Santri 2021 yang mengusung tema Santri Siaga Jiwa Raga. Dok. KemenagMenteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di peringatan Hari Santri 2021 yang mengusung tema Santri Siaga Jiwa Raga.

KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan santri merupakan aset luar biasa yang dimiliki Indonesia.

Hal itu dikatakannya dalam peringatan Hari Santri 2021 yang mengusung tema "Santri Siaga Jiwa Raga", Selasa (21/9/2021).

Tema dan logo peringatan Hari Santri 2021 tersebut, menurut Yaqut menjadi pengakuan atas besarnya kontribusi santri untuk Indonesia.

Dari para santri inilah, jelas dia, bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat sekaligus mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.

Baca juga: 5 Negara Paling Santai di Dunia, Indonesia Peringkat Pertama

“Ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren,” ujar Yaqut seperti dirangkum dari laman Kemenag, Selasa (21/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yaqut menegaskan, Siaga Jiwa bermakna bahwa santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia.

Karenanya, santri tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia.

Sementara itu, Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karenanya, santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia.

“Jadi, Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di era pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) sekarang ini, di mana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa) demi kepentingan bersama,” tutur Menag.

Baca juga: Beasiswa S2 University of Cambridge 2022, Tunjangan Rp 351 Juta Per Tahun

Ia juga mengatakan, Hari Santri tidak hanya milik kalangan pesantren atau ormas Islam tertentu, melainkan milik segenap masyarakat Indonesia. Karena selama ini, kaum santri selalu siap dan sedia menjadi pengawal dan penerang NKRI.

Launching Hari Santri 2021 ditandai dengan penabuhan alat musik khas Sulawesi Selatan Gandrang Bulo oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Efendi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, dan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M. Ali Ramdhani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.