Kompas.com - 22/09/2021, 06:13 WIB
Untuk pertamakalinya, sejak 13 tahun terakhir, penyu belimbing atau Dermochelys coriacea ditemukan di Pantai Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (15/9/2021) pukul 00.45 WIB. istimewaUntuk pertamakalinya, sejak 13 tahun terakhir, penyu belimbing atau Dermochelys coriacea ditemukan di Pantai Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (15/9/2021) pukul 00.45 WIB.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Jenis hewan purba masih bisa dilihat di Indonesia. Meski begitu, jumlahnya tidak banyak, karena sudah ada yang punah.

Hewan purba atau hewan purbakala bisa diartikan sebagai hewan yang hidup pada masa lampau dan sekarang telah punah.

Baca juga: Siswa, Ini 5 Nama Bapak Bangsa Paling Terkenal di Dunia

Biasanya hewan purba hanya dikenali dari sisa-sisa tulang belulangnya yang disebut fosil.

Di Indonesia saja, keberadaan hewan purba dapat ditemui di beberapa wilayah.

Tidak heran, pemerintah Indonesia memberi perhatian khusus bagi hewan purba ini agar tetap hidup di alam.

Nah, apa saja hewan purba yang masih hidup dan bisa dijumpai siswa?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut 5 jenis hewan purba yang perlu diketahui siswa di dunia bahkan Indonesia. Dari kelima jenis itu, ada beberapa yang masih bisa hidup, seperti melansir laman Kelas Pintar, Rabu (22/9/2021).

1. Komodo

Komodo (Varanus komodoensis) adalah jenis kadal terbesar.

Tercatat Komodo terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram (kg).

Baca juga: Psikolog Unair Beri Tips Jitu Asuh Anak Berkebutuhan Khusus

Komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di kepulauan Indonesia dan tidak ada di belahan dunia lain.

Komodo merupakan spesies reptil purba endemik yang hidup semenjak zaman purba.

Evolusi komodo dimulai dengan genus varanus yang mulai berkembang di Asia antara 40-25 juta tahun yang lalu. Komodo adalah kerabat dekat dari dinosaurus.

Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang menunjukkan kemiripan struktur tubuh dengan komodo.

Dinosaurus sudah lama punah tetapi Komodo sampai sekarang masih ada.

Komodo disebut sebagai Dinosaurus terakhir di dunia.

Hewan yang satu masa dengan dinosaurus ini dikenal sebagai kadal karnivora, tapi mereka juga hewan kanibal karena kadang mereka memangsa anak-anak mereka.

Baca juga: Mahasiswa UGM Teliti Sentimen Negatif Indonesia-Malaysia, Ini Hasilnya

2. Trenggiling

Trenggiling atau Pangolin termasuk salah satu hewan purba, beberapa fosil trenggiling sudah ditemukan pada masa Oligosen dan Miosen.

Hewan ini memakan serangga dan terutama semut dan rayap. Rambutnya termodifikasi menjadi semacam sisik besar yang tersusun membentuk perisai berlapis sebagai alat perlindungan diri.

Jika diganggu, trenggiling akan menggulungkan badannya seperti bola.

Trenggiling hidup di hutan hujan tropis dataran rendah. Trenggiling dapat ditemukan di Asia Tenggara.

Trenggiling yang ada di Indonesia dikenal dengan nama Trenggiling Jawa (Manis Javanica) dijumpai di daerah pegunungan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa serta Bali.

Baca juga: Undip Buka PTM Terbatas, Kapasitas Maksimal Hanya 25 Persen

Walaupun tampak seperti reptil, hewan ini tergolong mamalia. Sekarang di Indonesia sendiri hewan ini termasuk hewan yang dilindungi. Di Jambi, populasi trenggiling masih cukup banyak ditemui.

3. Nautilus

Nautilus, makhluk hidup yang telah ada di Bumi selama sekitar 500 juta tahun.

Nautilus menghuni di terumbu karang sekitar Samudera Hindia.

Spesies nautilus yang paling tua dikenal sebagai nautilus berkerak dan mereka dianggap punah selama hampir 30 tahun hingga ditemukan kembali di tahun 2015.

Baca juga: Teten Masduki: Lulusan Perguruan Tinggi Punya Peran Ciptakan Pengusaha

4. Penyu Belimbing

Penyu belimbing atau Dermochelys Coriacea disebut telah mendiami Bumi semenjak 100 juta tahun silam semasa dinosaurus merajai planet bumi.

Penyu belimbing adalah jenis penyu terbesar. Berat penyu belimbing bisa mencapai 900 kg, dengan panjang badan sekitar satu setengah hingga dua meter.

Tidak seperti penyu lainnya, penyu belimbing tidak memiliki karapas keras.

Karapasnya seperti sebuah mosaik dari tulang-tulang kecil yang keras, kulitnya elastis dengan punggung membujur.

Penyu belimbing dapat ditemukan dari perairan tropis hingga ke lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di kawasan tropis.

Baca juga: Kuliah S1 Gratis di Jepang, Daftar Beasiswa MJSP Hokkaido University

Penyu belimbing hanya makan ubur-ubur dan hanya sedikit tempat di dunia yang dipilihnya untuk bertelur.

Salah satu tempat bertelurnya ada di Pantai Jamursba Medi dan Warmon terletak di Utara Kepala Burung Provinsi Papua Barat, Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw.

Penyu belimbing mempunyai kebiasaan berkeliling dunia menjelajahi berbagai wilayah di belahan bumi ini.

5. Alligator gar

Alligator gar dapat ditemukan di Amerika Utara dan dianggap sebagai salah satu ikan air tawar terbesar yang pernah ada.

Spesies ikan ini telah mempertahankan sebagian besar karakteristik morfologi nenek moyang mereka yang meliputi kemampuan untuk menghirup udara dan air.

Diketahui bahwa asal-usul alligator gar sudah ada sejak lebih dari 100 juta tahun yang lalu.

Baca juga: Orangtua, Ini 5 Film Kartun Mendidik buat Anak di TV Indonesia

Nah itulah jenis hewan purba yang masih bisa dilihat siswa. Diharapkan jenis hewan purba yang masih ada di Indonesia bisa dilindungi oleh pemerintah maupun masyarakt Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.