Kompas.com - 01/10/2021, 06:09 WIB
tugu jogja flickr.comtugu jogja
|

KOMPAS.com - Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah, termasuk sejarah Keraton Yogyakarta.

Karena itu, semua seharusnya memahami dan mengenal sejarah Keraton terutama kontribusinya dalam mengukir sejarah dunia pendidikan di Tanah Air.

Demikian diungkapkan Ketua DPP IKA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof. Suyanto, Ph.D., pada Karangmalang Education Forum # 11, secara daring dan luring, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Tinjau Tes CASN di UNY, Wali Kota Magelang: Rezeki Bukan dari PNS Saja

"Walau sekarang sudah memasuki era digitalisasi dan industrialisasi, namun para generasi muda jangan pernah lupa akan sejarah dan agar terus bisa menjaga budaya serta kearifan lokal," ungkap Prof. Suyanto seperti dikutip dari laman UNY, Kamis (30/9/2021).

Profesor Suyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Guru Besar (MGB) UNY ini berharap acara seminar seperti ini bisa rutin diselenggarakan minimal dua minggu sekali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tentu sebagai ajang silaturahmi antar sesama alumni dan berbagi ilmu pengetahuan dengan memegang teguh prinsip belajar sepanjang hayat.

Menurutnya, sebuah Perguruan Tinggi yang handal tidak mungkin akan berdiri sendiri tanpa campur tangan para alumni di dalamnya serta didukung sinergi yang kuat antara sivitas akademika dengan para alumni.

Nilai-nilai budaya dari keraton

Dalam paparannya, Heri Dendi (Ahli Pendidikan Keraton Yogyakarta) menjelaskan, nilai-nilai budaya dan filosofi awalnya berasal dari Keraton dan direspon oleh kampung lalu diolah oleh kampus sehingga menjadi sebuah pemikiran yang ilmiah.

Hal inilah yang membuat ciri khas pendidikan di Yogyakarta berbasis pada budaya lokal dengan membentuk sebuah keharmonian antara budaya serta ilmu pengetahuan.

"Kraton, Pesantren, Muhammadiyah, Tamansiswa dan Barat saling berkaitan satu sama lain serta tidak bisa dipisahkan sebagai lima pilar pendidikan di negeri ini terutama di Yogyakarta," kata Heri Dendi.

Baca juga: Mahasiswa UNY Gagas Transportasi Umum Ramah Lingkungan di DIY

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.