Kompas.com - 19/10/2021, 20:23 WIB
Ilustrasi Anak Belajar Matematika (Shutterstock) Ilustrasi Anak Belajar Matematika (Shutterstock)

KOMPAS.com - Memahami pembelajaran matematika ternyata masih menjadi salah satu tantangan bagi para murid khususnya di masa pembelajaran jarak jauh.

Menurut Novita Handayani, pendidik program Matematika di Sekolah Cikal Amri-Setu untuk tingkat SMP dan SMA, kondisi ini terjadi karena anak hanya berfokus pada menghafal rumus dan pengerjaan tugas.

Menurutnya, cara membuat murid bisa menikmati dan memahami pelajaran matematika adalah dengan mengajaknya memahami logika, bukan menghafal rumusnya.

Proyek matematika dengan membuat gambar animasi

Novita menceritakan bahwa proses belajar program matematika yang ia lakukan bukan hanya sekadar memberikan materi saja, melainkan mengajak anak membuat proyek yang diaplikasikan di keseharian dengan aplikasi matematika.

Baca juga: Aplikasi Ini Bantu Siswa Pecahkan Soal Matematika

“Menyusun program matematika di Cikal itu bukan hanya tentang materi matematikanya tapi bagaimana cara menyampaikannya, agar murid bisa mengaplikasikannya di kehidupan nyata melalui proyek-proyek. Murid akan menggunakan pemahaman mereka tentang konsep matematika untuk membuat suatu produk yang menarik dan menerapkan apa yang mereka pelajari dan bermanfaat," tutur Novita dalam keterangan tertulis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Novita menambahkan referensi contoh kegiatan murid antara lain, dengan menggunakan aplikasi desmos murid-murid membuat gambar animasi dengan aplikasi matematika dan gambar tesolasi gabungan dari bangun datar menjadi desain di baju dan di gelas mug untuk membuat murid merasa senang belajar matematika dan merasa terapresiasi.

Belajar logikanya, bukan hafal rumusnya

Novita menambahkan pula bahwa dalam praktik kebiasaannya di Cikal, belajar matematika tidak berfokus pada rumus, melainkan memahami logikanya.

Baca juga: Ingin Kuliah di Malaysia? Ini Kisaran Biaya Hidup Mahasiswa Per Bulan

Belajar matematika itu sebenarnya mencoba memahami logikanya. Jika murid menghafal saja, tidak bisa diaplikasikan ini akan membuat murid lebih capek. Berbeda dengan apabila murid dapat memahami logikanya akan lebih mudah untuk mengaplikasikan dan lebih menikmati proses belajarnya. Jadi, hal yang penting sekali ditekankan adalah memahami konsepnya," ucapnya.

Salah satu murid kelas 12 Sekolah Cikal Amri-Setu, Achazya Tanaya bercerita dalam buku Cerita Cikal, ia mengatakan bahwa pembelajaran matematika di sekolahnya mengajak murid untuk mengasah kemampuan logika dan analisis yang mendalam.

“Cikal memberikan proses pembelajaran yang memperkaya kemampuan saya menghadapi tantangan dengan analisis yang mendalam. Saya menyukai program Math Analysis and Approaches karena saya tertarik sekali menghadapi proses memecahkan persoalan,” tutur Tanaya.

Baca juga: Beasiswa S2 Jepang 2022, Kuliah Gratis dan Tunjangan Rp 18 Juta Per Bulan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.