Kompas.com - 04/12/2021, 20:45 WIB
Ilustrasi osteoporosis, penyebab osteoporosis, apakah mengeluarkan sperma terlalu sering mengakibatkan osteoporosis? Shutterstock/Natali _ MisIlustrasi osteoporosis, penyebab osteoporosis, apakah mengeluarkan sperma terlalu sering mengakibatkan osteoporosis?
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Penyakit Osteoporosis bisa menimpa siapa saja. Penyakit ini disebabkan karena penurunan kepadatan tulang. Penyakit ini bisa juga timbul karena faktor usia, jenis kelamin hingga keturunan. Seseorang yang menderita osteoporosis, kondisi tulangnya menjadi lemah dan rapuh.

Dari data yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penderita osteoporosis di dunia mencapai 200 juta orang. Bahkan sebanyak 50 persen kejadian patah tulang diakibatkan osteoporosis.

Hal ini bisa memicu terjadinya kecacatan seumur hidup hingga kematian. WHO pun menyebut osteoporosis sebagai silent killer atau penyakit mematikan.

Baca juga: Pamapersada Buka 16 Posisi Lowongan Kerja Lulusan D3-S1, Buruan Daftar

Cara cegah osteoporosis sejak dini

Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kunjung Ashadi membagikan cara agar terhindar dari osteoporosis. Menurutnya, penyakit tulang keropos bisa diatasi sejak dini dengan melakukan beberapa cara berikut ini.

1. Aktivitas fisik atau olahraga

Kunjung Ashadi menerangkan, cara yang bisa ditempuh untuk mencegah osteoporosis yaitu dengan melakukan aktivitas fisik dan olahraga cukup dan teratur. Menurut Kunjung Ashadi, aktivitas fisik atau olahraga membuat metabolisme di dalam tubuh bekerja dengan optimal. Selain itu hormon pun bisa bekerja dengan baik. Sehingga kekuatan otot dan kepadatan tulang tetap terjaga.

Kunjung menjelaskan, untuk melakukan olahraga, direkomendasikan melakukan aktivitas olahraga 3-5 kali seminggu dengan kurun waktu antara 30-60 menit.

"Jenis olahraga yang disarankan, yaitu olahraga bersifat kardio atau melatih jantung. Misalnya dengan berjalan kali, bersepeda, jogging dan berenang. Selain itu juga bisa melakukan latihan kekuatan otot, dengan push up dan sit up, back up dan squat," papar Kunjung seperti dikutip dari laman Unesa, Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Webinar Undip: Cegah Hoaks Covid-19 dengan Literasi Kesehatan Digital

2. Latihan beban

Kunjung menyampaikan, bagi masyarakat yang sudah berusia dewasa, aktvitas berolahraga bisa ditambahkan dengan latihan beban. Jika tidak memiliki peralatan beban, bisa tetap melakukan push up, sit up dan lain sebagainya.

Kunjung mengungkapkan, pada kasus patah tulang bisa disebabkan karena jatuh atau kecelakaan. Untuk mengurangi risiko patah tulang saat jatuh, Kunjung merekomendasikan melakukan aktivitas olahraga yang melibatkan gerakan keseimbangan.

"Dengan seseorang memiliki keseimbangan yang baik, akan mampu menjaga keseimbangan agar tidak jatuh dan saat jatuh pun resikonya tidak parah," terangnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.