Kompas.com - 20/12/2021, 15:29 WIB
|

KOMPAS.com - Setiap anak pasti ingin selalu dekat dengan orangtuanya. Apalagi anak usia dini, mereka sangat butuh dicintai dan disayangi terlebih orang dewasa.

Jadi, anak butuh kelekatan dengan orang dewasa. Lantas, apa itu kelekatan? Kelekatan/attachment merupakan suatu ikatan emosional yang kuat antara dua orang.

Ikatan ini berkembang melalui interaksi anak dengan orang yang berarti dalam kehidupannya, biasanya adalah orang tua dan orang-orang terdekatnya.

Baca juga: Orangtua, Waspada 4 Bahan Berbahaya di Jajanan Anak

Kelekatan pada anak akan memberikan rasa aman dan nyaman saat mereka beraktivitas.

Lebih lanjut kelekatan juga mampu menciptakan kegembiraan, mengatur emosi serta menenangkan saat mereka merasa kesulitan.

Melansir laman Direktorat PAUD Kemendikbud Ristek, Kamis (16/12/2021), ini dua jenis hubungan untuk membangun kelekatan pada anak usia 0-2 tahun:

Hubungan dengan orang tua

Orang tua adalah dasar atau tiang dalam membantu membangun kelekatan anak. Waktu anak banyak dihabiskan untuk bermain dan berinteraksi dengan orang tua.

Selain itu anak akan mempelajari dan meniru orang tuanya tentang berbagai keterampilan hidup seperti berkomunikasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, bergerak, bersosialisasi, pembentukan karakter dan lain sebagainya.

Kelekatan dapat terlihat saat anak menangis, dekat/menempel dengan orang tua, merangkak ke arah orang tua ketika tertekan dan lain sebagainya yang menunjukkan kedekatan mereka.

Baca juga: Orangtua, Seperti Ini 4 Cara Menstimulasi Kecerdasan Anak

Hubungan dengan orang lain

Selain itu, mengembangkan ikatan yang erat dengan anggota keluarga dan orang-orang terdekat lainnya adalah penting untuk dilakukan bersama anak.

Ini membantu anak membentuk hubungan positif dengan orang lain, yakni:

Ketika orang lain berbicara dengan Ayah/Bunda ketika bersama ananda, anak akan belajar bagaimana berhubungan atau bersosialisasi dengan orang lain.

Ketika orang tua keluar rumah, kemudian di asuh oleh orang terpercaya misalkan pengasuh atau anggota keluarga lainnya, maka di saat itu pula anak akan belajar untuk menikmati kebersamaan dan kebaikan orang lain.

Hanya saja perlu dipahami bahwa jika orang tua memutuskan untuk meninggalkan anak dengan kerabat, teman, maupun daycare, pastikan bahwa pengasuh dan lingkungan sekitar menyediakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman secara memadai.

Dengan cara ini, orang tua akan merasa yakin tentang perawatan yang aman dan penuh kasih dan anakpun mendapatkan stimulasi yang memadai untuk membangun kelekatan mereka.

Lalu apakah yang harus dilakukan oleh orang tua atau orang dewasa lainnya di sekitar anak?

1. Orang tua hendaknya mengetahui kesukaan, kebutuhan, dan kemampuan mereka agar dapat memberikan stimulasi yang sesuai.

2. Responsif terhadap kebutuhan anak.

Baca juga: Cara Mencegah Flu pada Anak dari Stikes Panti Kosala

3. Ciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.