Kompas.com - 21/12/2021, 18:07 WIB

KOMPAS.com - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) merupakan salah satu perguruan tinggi penerima dana hibah Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Swasta tahun 2021l.

UMJ menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di BSD Tangerang Selatan (20/12/2021), yang menyajikan pemaparan materi dari empat tim yang menjadi pemenang dana bantuan program.

Empat tim UMJ berhasil memenangkan dana hibah untuk tim pengabdian masyarakat dan satu tim untuk penelitian kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Rektor UMJ Ma’mun Murod menyatakan di luar waktu pelaksanaan kegiatan yang singkat, tidak mengurangi esensi dari pengabdian masyarakat (Pengmas) sebagai upaya peningkatan taraf hidup masyarakat Desa.

"Program-program penelituan dan Pengmas terutama yang berkaitan dengan MBKM akan terus dilakukan oleh UMJ," tegas Ma'mun Murod menguatkan komitmennya.

Dalam kesempatan sama, Prof. Tri Yuni Hendrawati, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMJ menyampaikan, UMJ pada tahun 2020 berada di klaster 3 dengan menempati urutan pemenang ke-64 sehingga terpilih sebagai penerima bantuan pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Baca juga: Tim Pengmas Unej Ubah Bonggol Jagung Jadi Plastik Ramah Lingkungan

Terkait Pengmas sebagai program percepatan hilirisasi penelitian, Lusi Adriyani, salah satu Ketua Tim Pengmas, menjelaskan tujuan pengmas yang dilakukan di Desa Kuripan Ciseeng, Bogor, adalah untuk mengoptimalkan potensi masyarakat melalui optimalisasi BUMDes.

Hal ini dilatarbelakangi oleh belum adanya pemetaaan potensi desa dalam angka untuk SDM dan SDA, pengelolaan manajemen BUMDes yang baik, dan belum optimalnya potensi pertanian di Desa Kuripan.

“Indikator keberhasilan program pengabdian masyarakat dapat diukur dengan jumlah luaran yang telah kami rencanakan, diantaranya, artikel jurnal untuk pengabdian masyarakat, data digital peta potensi desa, dan izin P-IRT produk unggulan serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI)," lanjut Lusi.

Program Pengmas di Desa Kuripan, Kecamataan Ciseeng Bogor merupakan program yang menerima dana bantuam Kemenristekdikti yang melibatkan dosen dari multidisiplin dan fakultas berbeda, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.