Kompas.com - 18/01/2022, 15:20 WIB

KOMPAS.com - Ketersediaan pakan yang berkualitas dinilai menjadi salah satu unsur terpenting penentu keberhasilan beternak ayam petelur karena dapat mempengaruhi penampilan produksi dan kesehatan ayam.

Bahan penyusun pakan ayam komersial umumnya 50 persen menggunakan jagung, akan tetapi ketersediaan jagung di Indonesia masih terbatas sehingga untuk memenuhi kebutuhan diperlukan impor dari luar negeri. Hal itu menyebabkan mahalnya harga pakan komersil.

Namun, sebagian besar peternak ayam cenderung menggunakan pakan komersil yang disusun berdasarkan nilai kebutuhan nutrisi ternak dari kandungan nutrisi lengkap. Biaya tersebut menghabiskan 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi.

Baca juga: Beasiswa S1-S2 Brunei 2022: Kuliah Gratis, Tunjangan Rp 6,7 Juta Per Bulan

Berangkat dari kondisi itu, Dosen Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sri Suryaningsih Djunu mencari bahan alternatif pengganti jagung yang berkualitas, murah, tidak tergantung pada musim panen dan mudah di dapat.

Menurutnya, salah satu bahan pakan alternatif sumber energi dan sumber beta karoten yang mendekati jagung adalah kulit pisang.

“Kulit pisang mengandung vitamin A tinggi, terutama provitamin A, yaitu beta karoten sebanyak 5,127 mg/100 g, kandungan beta karoten ini lebih tinggi dari beta karoten jagung yaitu 3,3 mg/100 g,” kata Sri seperti dilansir dari laman Universitas Brawijaya, Selasa (18/1/2022).

Beta karoten merupakan karatenoid yang berperan sebagai pigmen kuning telur yang dapat meningkatkan skor warna kuning telur.

Selain itu, kata Sri, beta karoten juga berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah oksidasi asam lemak tidak jenuh dan menghasilkan produk dengan komposisi asam lemak yang baik.

Baca juga: Cara Ampuh Usir Tikus di Rumah ala Ahli Tikus IPB

Sri menemukan kulit pisang Goroho (Musa acuminafe.sp) yang merupakan pisang varietas lokal dari Gorontalo dan Sulawesi Utara. Sebab kulit pisang Goroho mengandung 5,4 air, 18,68 abu, 7,07 lemak, 6,56 protein, 10,03 serat kasar, dan 52,24 persen bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).

Penggunaan kulit pisang Goroho sebagai bahan pakan ayam petelur perlu dilakukan fermentasi, menggunakan mikroorganisme kapang Rhizopus oligosphorus dan kapang Trichoderma viride.

"Tujuannya untuk menurunkan kadar serat kasar sekaligus meningkatkan nilai nutrisi zat lainnya," papar Sri yang merupakan mahasiswa program Doktor Ilmu Ternak di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan telah menempuh ujian disertasi terbuka daring, Jumat (14/1/2022).

Penelitian itu ia tuangkan ke dalam laporan disertasi berjudul “Evaluasi Nilai Nutrisi Kulit Pisang Goroho (Musa acuminafe, sp) Terfermentasi Rhizopus oligosphorus dan Trichoderma viride Sebagai Substitusi Jagung Dalam Pakan Terhadap Performa Ayam Petelur.”

Baca juga: ITB Ciptakan Bensin dari Minyak Kelapa Sawit, Sukses Uji Coba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.