Kompas.com - 21/02/2022, 15:36 WIB

KOMPAS.com - Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Anak-anak tentu lebih memilih bermain di alam terbuka dan bisa bebas berlarian daripada harus terus berada di dalam rumah.

Dalam hal pembelajaran, khususnya bagi anak di jenjang PAUD tentu tidak akan tahan lama jika hanya diminta mendengarkan orang berbicara dan duduk diam di kursi.

Pembelajaran yang paling digemari anak-anak tentunya pembelajaran yang banyak melibatkan aktivitas fisiknya.

Untuk mendukung hal itu, yang dapat dilakukan diantaranya dengan membiarkan mereka bermain dan belajar di alam.

Baca juga: Adaro Energy Buka Lowongan Kerja D3/S1 Fresh Graduate, Yuk Daftar

Mengutip dari laman Paudpedia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Senin (21/2/2022), bermain di alam dalam konteks pengaturan alami di mana anak dapat berimajinasi dan merefleksikan atau mengevaluasi aktivitasnya sendiri merupakan suatu hal yang bermakna bagi tumbuh kembang anak usia dini.

Sebagai orangtua, bisa memberikan kesempatan bagi anak untuk terlibat aktivitas bermain yang tidak terstruktur di luar ruangan. Di mana elemen elemen-elemen alami lebih menonjol, seperti batu, dan air, pepohonan, bunga, kebun sayur dan lain sebagainya yang berbeda dengan peralatan bermain konvensional yang diproduksi pabrik. Berikut ini manfaat bermain di alam untuk anak usia dini:

1. Membentuk sikap dan perilaku pro-lingkungan

Anak-anak yang terbiasa bermain di alam akan memiliki pemahaman tentang hubungan manusia dan alam beserta keragaman yang terdapat di dalamnya. Anak juga jadi tahu bagaimana dia menjaga alam tersebut agar tidak rusak.

2. Menstimulasi perkembangan kognitif dan fisik

Kemampuan berpikir kreatif dapat berkembang dengan baik pada anak-anak yang menghabiskan sebagian besar hari di alam. bebas Saat anak-anak diizinkan untuk bergerak bebas di luar mereka dapat menyalurkan imajinasinya dengan baik.

Baca juga: Dosen Unesa: Pahami Fungsi Hipotalamus agar Belajar di Rumah Optimal

 

Misalnya bermain menggunakan tongkat. Anak dapat melempar tongkat, mengangkatnya dan lain sebagainya. Berbeda halnya jika tongkat ini digunakan dalam ruangan.

Penggunaan tongkat akan sangat terbatas karena ada hambatan dari benda-benda yang perlu dijaga. Seperti kaca yang mudah pecah, ruangan yang terbatas dan berbagai kendala lainnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.