Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/03/2022, 08:23 WIB
|

KOMPAS.com - Usai Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, ternyata tidak menghentikan langkah Belanda untuk kembali menjajah.

Agar tujuannya terealisasi, Belanda kemudian menyusup ke barisan sekutu yang bertugas di tanah air. Isu kedatangan sekutu dengan memboncengi serdadu Belanda telah membangkitkan api revolusi dalam sukma rakyat untuk berkorban demi kedaulatan Indonesia.

Euforia revolusi yang melanda tanah air mendorong kegairahan intelektual muda Indonesia untuk menghadapi tantangan sekutu dan Belanda. Atas nama kedaulatan Indonesia, maka rakyat di berbagai daerah melakukan perlawanan sebagai wujud anti penjajahan.

Baca juga: 8 Pola Aliran Sungai, Siswa Sudah Paham?

Selain itu, rasa dikhianati sekutu telah menimbulkan permusuhan dan kebencian dari pribumi sehingga terjadi berbagai konflik di beberapa wilayah di kota-kota besar seperti di Pulau Jawa dan Sumatera.

Bagi siswa sekolah yang sedang belajar sejarah, maka berikut ini informasi mengenai pertempuran Ambarawa, sebagai bagian dari mempertahankan kemerdekaan RI.

Upaya mempertahankan kemerdekaan

Melansir laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, sejarah revolusi adalah penegasan atas perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sikap anti penjajahan menunjukkan kecintaan rakyat terhadap tanah air. Oleh sebab itu, dengan hadirnya pasukan sekutu telah meningkatkan ketegangan di Sumatera dan Jawa.

Hal itu karena rakyat tidak ingin menyerahkan Indonesia walau seukuran jengkal tanah kepada asing. Dari pada alasan itu, maka pasca kemerdekaan berkobar berbagai pertempuran seperti di Surabaya, Ambarawa di Semarang, Bandung dan Medan Area.

Namun, keinginan hidup merdeka dan mandiri merupakan faktor perlawanan terhadap sekutu dan Belanda. Aktualisasi dalam mengusir penjajah dari setiap daerah diwujudkan dengan kontribusi yang bervariasi.

Seluruh kisah perlawanan dari daerah-daerah yang disebutkan tadi berperan dalam upaya mempertahankan kemerdekaan RI di masa revolusi. Salah satu perlawanan sporadis yang menjadi lambang perjuangan nasional adalah “Pertempuran 10 November Surabaya”.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+