Kompas.com - 29/03/2022, 14:11 WIB

Dinda menjelaskan, penyembuhan TBC, tetap menggunakan obat anti TB yang telah diterapkan oleh Kementerian Kesehatan. Pengobatannya dengan cara mengonsumsi obat setiap hari selama 6 bulan untuk kasus yang tidak resistensi obat.

Tetapi apabila pasien tersebut terkena TB yang jenis resistensi obat makan pengobatannya akan lebih panjang dan dengan kombinasi obat yang lebih kompleks.

"Kuman TB saat menginfeksi paru-paru seperti membangun rumah. Batuk berdarah atau tidak tergantung seberapa luas kerusakan yang diakibatkannya, apakah ia mengenai pembuluh darah atau tidak," ungkap Dinda.

Baca juga: 20 PTN Penerima Peserta SNMPTN 2022 Terbanyak

Batuk darah segera periksa ke rumah sakit 

 

Dia menambahkan, semua batuk darah belum tentu TB, sehingga penderita harus memeriksakan diri untuk memastikannya. Masyarakat juga harus selalu diedukasi, jika batuk darah segera diperiksakan.

"Kalau sudah mengetahui ada yang terdiagnosis TB, otomatis Puskesmas atau RT atau RW menyarankan untuk screening satu rumah yang kontak dekat. Meskipun terdeteksi TB, pasien tersebut jika di rumah masih bisa bersosialisasi tentu saja dengan menjaga jarak dan menggunakan masker," imbuh Dinda.

Pengobatan TB butuh waktu lama

 

Pengobatan TB ini memerlukan waktu lama sehingga dukungan terhadap pasien terutama keluarga sangat penting. Misalnya dengan mengingatkan mengonsumsi obat, menjaga gizi dan tidak dikucilkan dari lingkungan.

"Kita mesti meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bagaimana upaya untuk memutus mata rantai TB. Menemukan orang yang terkena TB sekaligus mengawal dan melanjutkan pengobatan sampai tuntas sehingga TB tidak akan menular pada orang lain," tegas Dinda.

Baca juga: Cara Melihat Hasil SNMPTN 2022 di Link LTMPT dan 31 Laman Mirror

 

TB ini tidak hanya di paru-paru, kuman TB bisa menginfeksi semua organ di seluruh tubuh. Alangkah baiknya jika ada gejala segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dipastikan apakah sakit TB atau bukan. Apabila memang TB harus diobati hingga tuntas.

"TB bisa sembuh dengan pengobatan yang tepat dan support dari keluarga serta lingkungan juga menjadi point penting," tutup Dinda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.