Kompas.com - 17/04/2022, 13:25 WIB

KOMPAS.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) menyebut dalam rentang waktu 10 tahun terakhir (2011-2021) menyebut jumlah kerugian masyarakat akibat investasi bodong mencapai Rp 117 Triliun Rupiah.

Maraknya kasus investasi bodong membuat para investor merasa khawatir. Padahal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, hingga akhir Kuartal I 2022 terdapat peningkatan jumlah investor yang didominasi oleh gen z dan milenial hingga menembus angka 8,3 juta. Jumlah ini meningkat 12,13 persen dari posisi akhir tahun 2021 lalu.

Pakar ekonomi Universitas Pertamina, Achmad Kautsar dan sejumlah pakar membagikan tips dan trik terhindar dari investasi bodong, khususnya untuk para mahasiswa dan investor pemula.

Baca juga: Beasiswa S1 Universitas Pertamina 2022, Kuliah Gratis dan Uang Saku

1. Terdaftar di OJK

“Pertama dan yang paling utama, pastikan lembaga atau perusahaan investasi terdaftar di OJK. Kemudian, cek dokumen perizinannya, pelajari laporan keuangannya, dan ketahui bagaimana ia memasarkan produk investasinya,” ungkapnya dalam keterangan tertulis Universitas Pertamina.

2.Waspadai iming-iming keuntungan besar

Dosen Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina tersebut juga menghimbau kepada para pelaku investasi, agar senantiasa mewaspadai iming-iming keuntungan yang besar dalam jangka waktu singkat.

“Dan waspadai lembaga atau perusahaan investasi yang selalu menjanjikan keuntungan tanpa melihat risiko. Karena setiap investasi pasti ada risiko kerugian,” pungkasnya.

3. Lindungi investasi

Sementara itu, dalam konferensi internasional besutan Universitas Pertamina (UPER) bertajuk "International Conference On Contemporary Risk Studies (ICONICS-RS)", Director of Research Group, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Herman Saheruddin mengatakan, investasi akan aman selama nasabah melindungi investasinya.

Baca juga: Cerita Siswa Papua, Sukses Kuliah Gratis Lewat Beasiswa Ujung Negeri

Terlebih, tren penyimpanan dana di bank untuk tabungan dan investasi mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir.

“Di LPS misalnya, simpanan nasabah dalam bentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu, akan dilindungi sampai dengan total Rp 2 miliar Rupiah selama memenuhi syarat dan ketentuan dari LPS,” jelas Herman.

Herman juga mengatakan, ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 3,69 persen di tahun 2021 lalu, membawa angin segar bagi para investor.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.