Kompas.com - 19/04/2022, 11:00 WIB

KOMPAS.com - Fenomena Blood Moon dan Super Blood Moon, mungkin sudah familiar bagi masyarakat.

Namun bagaimana dengan fenomena Bulan Merah Jambu atau Pink Moon? Di bulan April 2022, fenomena Pink Moon muncul dan menjadi pembahasan tersendiri.

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Andi Pangerang, mengungkapkan awal mula Pink Moon muncul.

Ia mengatakan, menurut almanak petani di Amerika Serikat, purnama di bulan April ini bertepatan dengan tumbuhnya bunga phlox atau semacam Geranium yang berwarna merah jambu.

Baca juga: 8 Hutan Paling Seram di Dunia, Salah Satunya di Indonesia

“Bunga ini (phlox) hanya tumbuh di benua Amerika, sehingga warna pink bukan merujuk pada purnama yang berwarna pink melainkan fenomena musim yang mencirikan purnama tersebut. Setiap purnama memiliki namanya masing-masing disesuaikan dengan musim yang terjadi saat itu,” katanya dilansir dari laman BRIN.

Dari lima fase bulan di atas, pink moon ini sudah memasuki bulan purnama di mana seharusnya kita dapat melihatnya secara penuh bentuk bulatnya.

Setelah melewati semua fase bulan purnama, selanjutnya akan memasuki seperempat ketiga sebelum memasuki bulan baru.

Puncak terjadinya Pink Moon ini pada Minggu (17/4/2022) sekitar pukul 01.54.58 WIB atau 02.54.58 WITA atau 03.54.58 WIT, sehingga fenomena ini dapat disaksikan sejak Sabtu malam, sekitar 16-18 menit sebelum Matahari terbenam.

Andi menjelaskan, untuk kota Merauke, Pink Moon sudah dapat disaksikan sejak pukul 17.17 WIT sedangkan di kota Sabang, Pink Moon baru dapat disaksikan sejak pukul 18.30 WIB.

Pink Moon dapat disaksikan selama 12 jam 12 menit (kota Sabang) hingga 12 jam 32 menit (kota Merauke).

Baca juga: Daftar PKN STAN, Ini Syarat Minimal Nilai UTBK 2022, Rapor dan Ijazah

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.