Kompas.com - 30/06/2022, 21:30 WIB

KOMPAS.com - Kesalahan pengobatan di Rumah Sakit, menjadi suatu kejadian yang tidak hanya dapat merugikan pasien tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien.

Kesalahan pengobatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dapat terjadi saat pelayanan pengobatan pasien.

Insiden kesalahan pengobatan tersebut termasuk bagian dari insiden keselamatan pasien untuk rumah sakit.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Inge Dhamanti menuturkan, dalam menjaga keselamatan pasien, tenaga kesehatan atau orang terdekat harus mengawasi dan melaporkan apapun kondisi pasien.

Baca juga: Apakah Minum Suplemen Dapat Merusak Ginjal? Ini Penjelasan Dokter UGM

Hal ini, menurutnya sebagai bentuk pencegahan agar tidak terjadi cedera yang sebenarnya dapat dicegah selama proses pemberian pelayanan kesehatan.

“Kalau kita lihat itu banyak insiden yang tidak dilaporkan, misalnya kalau ada pasien jatuh, asal pasien tidak apa-apa tidak dilaporkan, asal dampaknya tidak parah itu tidak dilaporkan. Itu adalah keliru karena semua insiden itu harus dilaporkan sehingga pelayanan kesehatan itu punya data,” jelas Inge dilansir dari laman Unair saat mengisi Focus Group Discussion (FGD) Pusat Studi Hukum Kesehatan, Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR), Rabu (29/6/2022).

Inge menjelaskan, praktik kesalahan pengobatan dan pengobatan yang tidak aman adalah penyebab utama cedera dan bahaya yang sebenarnya dapat dihindari dalam sistem perawatan di seluruh dunia.

Lebih lanjut, ia menyatakan salah satu penyebab terjadinya kesalahan pengobatan yaitu perkembangan dunia kedokteran dan kefarmasian yang sangat drastis.

“Sehingga semakin banyak obat yang beredar baik prescription drugs atau obat-obat yang bisa dibeli bebas. Terutama lagi, misalkan kita sebagai orang yang mengonsumsi obat tidak memiliki kesadaran bahwa obat yang kita konsumsi harus dilaporkan kepada petugas kesehatan,” terangnya.

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

Lima tahap pengobatan pasien

Dosen Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) FKM UNAIR itu menyebut terdapat lima tahap pengobatan yang harus dilalui ketika obat diresepkan sampai dikonsumsi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.