Kompas.com - 09/07/2022, 10:23 WIB

KOMPAS.com - Proses mendapatkan beasiswa bisa dibilang "gampang-gampang susah". Ada ribuan orang yang mendaftar untuk satu program beasiswa. Sementara, hanya sedikit kuota yang disediakan pengelola atau penyalur beasiswa.

Ada banyak tahap yang harus dilalui "pemburu" beasiswa. Tahap pertama adalah proses seleksi administrasi, yakni semua kelengkapan data dan profil pendaftar beasiswa dikumpulkan untuk diseleksi sesuai dengan kriteria.

Baca juga: Beasiswa D4-S1 JFLS bagi Mahasiswa Baru 2022, Kuliah Gratis-Tunjangan

Tahap berikutnya adalah interview atau tes wawancara. Pada tahapan ini, tim seleksi ingin mendalami profil dan menilai kepribadian pendaftar beasiswa.

Tim seleksi ingin tahu kesesuaian profil pendaftar dengan apa yang tertulis dalam aplikasi.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek,
Abdul Kahar memberikan tips agar lolos wawancara untuk mendapatkan beasiswa.

Abdul Kahar sendiri pernah menjabat sebagai salah satu direktur di Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan dan kini menjabat kepala Puslapdik yang salah satunya mengelola beberapa program beasiswa.

Antara lain Beasiswa Unggulan, dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendikbudristek.

Menurut Abdul Kahar, dari buku tulisannya berjudul "Beasiswa Pemutus Mata Rantai Kemiskinan” yang diluncurkan akhir tahun 2021 lalu, ada beberapa tips untuk ‘Pemburu’ beasiswa agar lolos seleksi. Ini rinciannya :

Baca juga: Beasiswa S1-S2 di 4 Kampus Singapura, Potongan Uang Kuliah hingga 100 Persen

1. Simulasi wawancara

Lakukan latihan wawancara dengan saudara, teman atau siapa saja. Perkirakan pertanyaan yang akan muncul dan persiapkan jawabannya. Lakukan simulasi wawancara seolah-olah sedang diwawancara oleh tim seleksi beasiswa. Beberapa pertanyaan yang kemungkinan besar akan muncul antara lain:

  • Alasan mendaftar beasiswa
  • Alasan pemilihan program studi dan kampus tujuan
  • Keterhubungan program studi yang diambil dengan karier
  • Rencana perkuliahan dan rencana karier.

Pertanyaan lain yang mungkin muncul seperti latar belakang pengalaman dan keahlian, dan rencana setelah lulus program beasiswa.

2. Melakukan riset mengenai jurusan dan kampus yang dituju

Kenali program studi dan kampus yang dituju. Kenali juga budaya negara di mana kampus itu berada. Kenali secara spesifik kampus yang dituju, seperti rasio mahasiswa dan dosennya, prestasi kampusnya serta bagaimana kampus tersebut bisa memenuhi tujuan ‘pemburu’ beasiswa

3. Mempersiapkan diri

Tunjukkan bahasa tubuh yang tepat dan profesional saat sesi wawancara.

4. Mengenali diri sendiri

“Jika tidak tahu jawabannya, jangan pura-pura bisa menjawab," kata Abdul Kahar.

Jangan coba-coba mengarang jawaban yang tidak diketahui dengan pasti, sebab pewawancara mungkin akan terus mengejar hal itu. Tim seleksi akan lebih menyukai kandidat penerima beasiswa yang jujur dan menyadari keterbatasan pengetahuan, dari pada mencoba tahu segalanya.

5. Berpakaian yang rapi

Tunjukkan penampilan yang mengesankan di awal pertemuan dengan pakaian yang rapi. 

6. Datang tepat waktu

Salah satu kesan yang baik di mata tim seleksi bisa bisa diperlihatkan dengan datang tepat waktu sesuai jadwal disepakati. Hal itu menunjukkan kedisiplinan, dapat dipercaya, punya komitmen dan berintegritas.

7. Ajukan pertanyaan

Tanyakanlah mengenai apa yang belum diketahui, seperti profil lembaga penyedia beasiswa. Hal itu menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dan membangun hubungan yang baik dengan lembaga penyedia beasiswa.

Baca juga: YBM BRI Buka Beasiswa S1 di 55 Kampus bagi Mahasiswa Baru 2022

8. Jangan gugup

Buatlah diri senyaman mungkin, duduk dengan tidak kaku. Atur gestur tubuh sehingga terlihat santai. Jangan menopang tangan di dagu dan hindari meletakkan tangan di meja.

9. Gestur tubuh harus tegak

Posisi duduk yang tegak terkesan sopan dan disiplin. Sebab gestur tubuh yang baik menunjukkan sikap yang baik pula.

10. Lakukan kontak mata dengan pewawancara

Menjaga kontak mata dikesankan fokus dan menyimak percakapan serta antusias. Namun lakukan dengan sopan

11. Usahakan berjabat tangan

Menjabat tangan tim seleksi menunjukkan sikap percaya diri. Jabat tangan yang terlalu longgar dikesankan sikap kurang tegas dan kurang percaya diri. Namun, jabat tangan yang terlalu kencang akan membuat pewawancara tidak nyaman. Lakukan jabat tangan dengan hangat dan profesional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.