Kompas.com - 18/08/2022, 16:28 WIB

Di beberapa perguruan tinggi, SKS juga menentukan biaya perkuliahan per semesternya. Artinya,  ada tarif tertentu yang dibayarkan oleh mahasiswa tiap satu SKS nya.

Baca juga: 5 Situs Belajar Excel Gratis bagi Mahasiswa, Coba Cek

Misalnya per satu SKS adalah Rp.100.000, maka tinggal dikalikan dengan jumlah SKS yang diambil dalam satu semester.

Besaran SKS

Besaran SKS bersifat fleksibel.  Mahasiswa dibebaskan untuk mengambil berapapun beban SKS tiap semesternya. Namun, apabila mengambil terlalu sedikit tiap semesternya dampaknya akan sulit diakhir perkuliahan. 

Besaran SKS yang harus ditempuh mahasiswa ini berbeda-beda, tergantung pada tingkatan pendidikan yang ditempuh.

Menurut aturan dari Permendikbud no.3 tahun 2020, SKS minimal yang harus ditempuh oleh mahasiswa untuk bisa dinyatakan lulus adalah sebagai berikut:

  • D1 : 36 SKS
  • D2 : 72 SKS
  • D3 : 108 SKS
  • D4 atau S-1 : 144 SKS
  • Pendidikan Profesi: 24 SKS
  • S2: 36 SKS
  • Doktoral: 42 SKS

Hal tersebut sekaligus menjawab salah satu alasan mengapa D3 umumnya akan lulus lebih cepat ketimbang S1.

Sebagai contoh, dalam satu semester mahasiswa S1 biasanya maksimal menempuh 24 SKS. Jika di beberapa perguruan tinggi menerapkan aturan apabila mahasiswa yang mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK di atas 3,0 akan mendapatkan kredit SKS 24. Sedangkan yang berada di bawah 3,0 maksimal kredit SKS yang diberikan adalah 21.

Oleh sebab itu, prestasi tiap semester juga akan menentukan durasi perkuliahan. Sebab nantinya, SKS itu akan diakumulasikan sebagai persyaratan untuk sidang skripsi dan wisuda.

Seperti yang telah diatur dalam Permendikbud tadi bahwa ada minimal SKS yang perlu ditempuh oleh mahasiswa jika ingin melakukan sidang skripsi. Misalnya mahasiswa S1 harus mencapai total 144 SKS untuk melakukan sidang skripsi. Jumlah tersebut normalnya akan dicapai selama 6-7 semester jika tiap semesternya mahasiswa bisa menempuh 24 SKS.

Fungsi SKS

  • Menjadi bahan perencanaan bagi mahasiswa untuk mendapatkan gelar.
  • SKS digunakan untuk memenuhi pembangunan baik dalam hal infrastruktur maupun program pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa.
  • Memudahkan perguruan tinggi untuk menyesuaikan kurikulum.
  • SKS digunakan untuk evaluasi kemampuan belajar mahasiswa.
  • Mempermudah ketika ada pengalihan kredit antar jurusan atau antar perguruan tinggi.
  • Menjadi aturan untuk mengevaluasi belajar mahasiswa.

Apakah SKS menentukan IPK?

Jawabannya adalah iya. IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif didapatkan berdasarkan bobot SKS.  Misalnya ketika mahasiswa mengambil mata kuliah dengan bobot 1 SKS dan hasil akhirnya mendapatkan nilai C.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.