Kompas.com - 23/08/2022, 16:14 WIB

KOMPAS.com – Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Sumaryanto menerima 12.693 mahasiswa baru (maba) pada tahun 2022 yang terdiri dari jenjang diploma, sarjana, magister dan doktor. Sebanyak 188.052 siswa mendaftar UNY di tahun ini.

Mengusung tema “Optimalisasi Peran Cendekiawan dalam Tatakelola Lembaga Menuju PTNBH,” acara kuliah umum digelar sebagai proses Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNY. 

“UNY sedang melaksanakan tahapan perubahan status menuju PTN Badan Hukum yang akan membawa konsekuensi pada perubahan iklim akademik dan pengelolaan universitas secara struktural maupun kultural, terutama pada bidang sumber daya manusia yang profesional,” ujar Sumaryanto secara hybrid di Auditorium UNY, pada Senin (22/8/2022), dirilis dari laman UNY.

Baca juga: Kisah Putri Buruh Tani, Bisa Kuliah Gratis di UNY hingga Jadi Guru PNS

Siapkan SDM unggul era 4.0

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemdikbudristek RI, Sri Gunani Pratiwi.

Sri Gunani menuturkan bahwa upaya menyiapkan sumber daya manusia untuk era industri 4.0 dan society 5.0 merupakan prioritas utama di perguruan tinggi dan Kementerian dalam lima tahun ke depan dengan menciptakan SDM unggul pemimpin masa depan.

Proses utama yang harus dilakukan yakni pembinaan, pembelajaran, dan pencetakan karakter mahasiswa perguruan tinggi.

Salah satu caranya dengan menerapkan program merdeka belajar kampus merdeka yang merupakan pembelajaran relevan dengan dunia industri atau dunia usaha, seperti dengan kegiatan magang, pertukaran pelajar, proyek di desa, wirausaha, riset dan kegiatan mengajar di daerah terpencil yang idealnya tiga semester di luar program studi.

Baca juga: Berkat KIP Kuliah, Siswa Ini Bisa Lanjutkan Kuliah di UNY

Tujuan dari reorientasi pendidikan tinggi kampus merdeka yakni menyiapkan insan dewasa menjadi warga negara Pancasilais yang produktif dengan jiwa kemanusiaan dan kebangsaan, inklusifitas serta semangat bela negara yang kuat.

“Pendidikan tinggi harus dapat menanamkan nasionalisme dan fondasi nilai-nilai serta rasa kebangsaan,” ungkap Sri Gunani.

Menurutnya, mahasiswa adalah penerus bangsa sebagai SDM unggul pada era Indonesia Emas 2045. Itulah sebabnya perguruan tinggi perlu memberikan pendidikan yang dalam memperluas wawasan seperti ice breaking dan test case sebagai bagian dari pembelajaran.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.