Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2023, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) bersama dengan Meta mengundang mahasiswa Indonesia untuk menjadi duta literasi digital melalui "Saring Daring University Challenge".

Peluncuran "Saring Daring University Challenge", Selasa (24/1/2022), dihadiri perwakilan dari USAID, Meta, dan jejaring CSO, bersama dengan mahasiswa dan perwakilan dari enam universitas mitra di seluruh Indonesia.

Enam universitas mitra yaitu Universitas Airlangga di Jawa Timur, Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur, Universitas Multimedia Nusantara di Banten, Universitas Nusa Cendana di Nusa Tenggara Timur, Universitas Tanjungpura di Kalimantan Barat, dan Universitas Sriwijaya di Sumatera Selatan.

Baca juga: 10 Beasiswa S2 dengan Uang Saku Besar, Salah Satunya LPDP 2023

Selama menjadi duta, mahasiswa akan membuat video untuk sosial media dengan bantuan Love Frankie, yakni organisasi perubahan sosial yang merancang dan melaksanakan inisiatif komunikasi untuk merespons berbagai permasalahan sosial.

Mahasiswa juga akan bergabung dalam serangkaian pelatihan hibrida yang dipimpin oleh pakar industri tentang pembuatan video kreatif bagi publik yang mengulas perilaku di dunia maya yang positif, literasi digital, dan pemikiran kritis.

Termasuk akan bekerja dengan para mentor kreatif dan pakar literasi digital saat menawarkan ide kepada panel juri.

Para juri akan memilih tim terbaik dari masing-masing universitas mitra berdasarkan kreativitas dan efektivitas dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia.

Keenam tim terpilih (masing-masing satu dari setiap universitas mitra) akan menunjukkan video karyanya di puncak perayaan acara tingkat nasional pada September 2023, di mana tim pemenang juga akan diumumkan.

Baca juga: 5 Ciri Orang Cerdas Bukan Hanya Dilihat dari IQ, Kamu Punya Ciri-cirinya?

Saatnya putus mata rantai kejahatan digital

Co-Founder Jaringan Riset Literasi Digital (Japelidi), Santi Indra Astuti menjelaskan bahwa di era peradaban digital, kita tidak bisa bertahan hidup tanpa kemampuan berpikir kritis.

“Hal-hal sederhana seperti tidak mudah percaya dan menyaring informasi yang masuk dapat membantu kita mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Jika hal-hal tersebut menjadi kebiasaan, maka berpotensi memutus mata rantai kejahatan digital dalam bentuk apapun,” ujar Santi dalam keterangan resmi.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+