Kuliah di Belanda, Pilih Jurusan atau Kampusnya Dulu? - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Nuffic Neso Indonesia

Kuliah di Belanda, Pilih Jurusan atau Kampusnya Dulu?

Alek Kurniawan
Kompas.com - 27/10/2017, 11:40 WIB
Ilustrasi kuliah di BelandaJacob Ammentorp Lund Ilustrasi kuliah di Belanda

KOMPAS.com - Melanjutkan studi ke luar negeri memang kerap menjadi impian para pelajar Indonesia. Namun, ternyata banyak di antara mereka yang masih bingung saat menentukan jurusan maupun tujuan kampusnya.

Kalimat seperti, “Lebih baik menentukan program studi atau universitas terlebih dahulu?” masih menjadi pertanyaan klasik yang sering dipertanyakan.

Fenomena ‘salah jurusan’ maupun ‘salah kampus’ juga menjadi faktor tersendiri yang membuat sebagian pelajar kian bingung menentukan langkah selanjutnya.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Bila dijabarkan, sulit dibantah bahwa terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi pilihan jurusan, seperti teman, keluarga, dan masyarakat. Dilansir dari KOMPAS.com, Rabu (21/10/2015), kebanyakan pelajar terlalu fokus pada pertimbangan yang tidak berhubungan langsung dengan minat, rencana, dan tujuan pendidikannya.

(Baca: Bukan Pilih Kampus yang Terkenal atau Tidak, Tapi Cocok atau Tidak!)

Kemudian, dalam memilih universitas. Kebanyakan cenderung memilih perguruan tinggi yang ternama karena lebih terkesan bonafide, padahal belum tentu cocok dengan kemampuan dan tujuan studinya. Ingat, tiap institusi pendidikan memiliki kelebihan berbeda.

Terlepas dari lebih dulu mana, antara memilih jurusan atau universitas, ada baiknya Anda menentukan minat terlebih dahulu.

Menentukan minat terlebih dahulu bisa menjadi solusi untuk menemukan program studi dan kampus yang tepat pada jenjang perguruan tinggi.TongRo Images Inc Menentukan minat terlebih dahulu bisa menjadi solusi untuk menemukan program studi dan kampus yang tepat pada jenjang perguruan tinggi.

Salah satu alumnus perguruan tinggi  Belanda dari Saxion University of Applied Sciences, Aditia Noya, membagikan pengalamannya saat mendaftar studi ke Belanda untuk double degree S1-nya pada 2010 yang lalu.

“Hal pertama yang harus diperhatikan pelamar adalah mencari tahu minat yang ada pada dirinya.” ujar Adit kepada Kompas.com, Rabu (17/10/2017).

Ketika minat atau passion itu sudah ditemukan, maka Anda bisa fokus dan berkonsentrasi untuk memperdalam bidang tersebut.

“Perdalam minat dan carilah jurusan yang tepat sesuai dengan fokus minat Anda, seperti contohnya saya menyukai pelajaran kimia dan biologi. Kemudian, setelahnya saya mencari jurusan yang bisa mengakomodasi minat ini, jadilah saya mengambil jurusan teknik lingkungan saat itu,” tutur Adit.

Ketika sudah menemukan jurusan sesuai dengan minatnya, maka langkah selanjutnya adalah mencari jurusan tersebut di kampus yang tepat.

Mencari informasi

Memang, masa-masa mencari jurusan dan kampus untuk meneruskan studi tidaklah mudah. Calon mahasiswa harus melakukan riset untuk menemukan jurusan atau universitas yang tepat untuknya.

Calon mahasiswa harus rajin melakukan riset untuk menentukan jurusan dan kampus yang tepat untuk studinya.Jacob Ammentorp Lund Calon mahasiswa harus rajin melakukan riset untuk menentukan jurusan dan kampus yang tepat untuk studinya.

Ada baiknya dalam hal ini, untuk mempermudah pencarian (info) awal, calon mahasiswa dapat mengakses www.studyfinder.nl, kemudian dilanjutkan mencari informasi lengkap di situs resmi perguruan tinggi yang bersangkutan. Lewat situs tersebut, Anda dapat menggali informasi lebih dalam mengenai program studi yang tersedia, persyaratan penerimaan, aplikasi prosedur, dan banyak lagi.

Setelah mendapatkan informasi yang dicari, jangan mudah puas terlebih dahulu. Terkadang, informasi tertulis saja tidaklah cukup. Patut diingat juga, beberapa program studi di Belanda memiliki persyaratan tambahan yang berbeda-beda.

Ada baiknya untuk berkonsultasi secara langsung dan meminta keterangan lebih lengkap, akurat, dan mendetail melalui perwakilan universitas tersebut.

Salah satu cara yang bisa Anda tempuh adalah dengan mendatangi pameran pendidikan, seperti Dutch Placement Day (DPD 2017) misalnya.

Selain pameran dan pertemuan dengan wakil institusi pendidikan Belanda, panitia DPD juga menggelar berbagai presentasi program beasiswa, misalnya beasiswa Studeren in Nederland (StuNed), seminar menulis surat motivasi, ujicoba tes IELTs dan kursus Bahasa Belanda. Dok Nuffic Neso Indonesia Selain pameran dan pertemuan dengan wakil institusi pendidikan Belanda, panitia DPD juga menggelar berbagai presentasi program beasiswa, misalnya beasiswa Studeren in Nederland (StuNed), seminar menulis surat motivasi, ujicoba tes IELTs dan kursus Bahasa Belanda.

Dalam pameran pendidikan ini, akan ada one-on-one session yang mempertemukan calon mahasiswa dengan perwakilan setiap universitas di Belanda. Total akan ada 28 perwakilan universitas pada acara yang diadakan di dua kota ini, yakni Surabaya (pada Senin, 30 Oktober 2017) dan Jakarta (pada Jumat, 3 November 2017).

Selain itu, Anda juga bisa memperoleh informasi mengenai berbagai beasiswa untuk studi di Belanda, mencoba IELTS Prediction Test, hingga Seminar Menulis Motivation Statement oleh alumni lulusan universitas di Belanda.

Namun, harap diperhatikan bahwa dalam one-on-one session, Anda harus membuat janji terlebih dahulu melalui laman resmi Neso Indonesia. 

Untuk informasi lebih lengkap tentang Dutch Placement Day 2017, Anda bisa mengunjungi laman nesoindonesia.or.id/dpd2017 dan segera temukan jurusan serta kampus yang tepat untuk menimba ilmu di Negeri Belanda.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAlek Kurniawan
EditorKurniasih Budi
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM