Kompas.com - 16/07/2013, 14:43 WIB
EditorLatief

- Melihat isu-isu kontemporer dalam riset kepariwisataan.

- Meninjau tantangan-tantangan dalam riset kepariwisataan, seperti kurangnya pengukuran yang dapat dipercaya untuk menjelaskan ukuran dan dampak pariwisata, keberagaman industri pariwisata sehingga menimbulkan pertanyaan apakah pariwisata merupakan sebuah industri tersendiri atau gabungan atas industri-industri terkait, kompleksitas spasial dan wilayah, dan tingginya tingkat fragmentasi.  

3. Tahun 2004 (Tourism Management–3rd Edition (Leiper, Pearson Education Australia)
Buku yang diterbitkan di Australia ini ditulis oleh Leiper, salah satu penulis ternama di bidang kepariwisataan yang terkenal dengan model Sistem Pariwisata dari sisi spasial-nya. Buku ini pada umumnya membahas manajemen kepariwisataan yang bersifat komprehensif. Riset kepariwisataan merupakan satu topik yang dibahas dalam salah satu sub-bab-nya, dengan point-point sebagai berikut:

- Riset kepariwisataan dimulai 90 tahun yang lalu.

- Sekitar tahun 1910, Picard dan von Scullard memerhatikan dampak ekonomi yang dihasilkan wisatawan, yang kebanyakan berasal dari Jerman dan Inggris, di Austria dan Swis dan mulai melakukan penelitian.

- Pada 1930-an, sekelompok akademisi membentuk tim pertama yang tertarik untuk mempelajari pariwisata dari berbagai sudut pandang, seperti sosiologi, antropologi, dan ekonomi. Belum ada studi tentang gambaran keseluruhan, namun apabila digabungkan, penelitian-penelitian itu menghasilkan suatu pandangan yang komprehensif dan menyeluruh.

- Tahun 1940, didasari keyakinan dan keinginan untuk menjadikan pariwisata sebagai sebuah subjek di universitas-universitas, mendorong dua profesor di Universitas Berne untuk menciptakan definisi pariwisata secara formal.

- Tahun 1962, the Journal of Travel Research diterbitkan Universitas Boulder, Colorado, AS, sebagai yang pertama dalam hal riset berbasis statistik.

- Pada 1960-an, sebuah program edukasi dan riset pariwisata diluncurkan di Universitas Michigan, AS, di mana Robert McIntosh menulis teks utama pertama di tahun 1972.

- Tahun 1973, Jafar-Jafari mendirikan Annals of Tourism Research di Universitas Wisconsin-Stout, yang menggabungkan beberapa disiplin ilmu.

- Di awal 1970-an, Universitas Surrey di Inggris merupakan pionir dalam program studi pariwisata. Selain itu, universitas ini juga mempublikasikan buku teks yang berpengaruh berjudul Tourism Management.

- Tiga jurnal yang disebut di atas, Journal of Travel Research, Annals of Tourism Research, dan Tourism Management, saat ini dianggap sebagai tiga riset pariwisata utama di dunia.

- Di tahun 1980-an dan 1990-an pariwisata telah menjadi tema riset dan pendidikan di banyak universitas dan kampus di seluruh dunia. Selain itu, banyak juga lembaga kursus yang menyediakan pendidikan keterampilan keterampilan.

- Buku ini juga menyebutkan tentang empat sumber bagi pembelajaran pariwisata, yaitu pengalaman seorang layperson, pengalaman kerja, pelatihan keterampilan, dan riset dan edukasi akademis. Buku itu juga menyebutkan karakteristik keempat sumber itu.

- Buku ini juga menyebutkan tentang tujuan riset dan pendidikan pariwisata.

4. Tahun 2006 (Tourism A Modern Synthesis (Page and Connell, Thomson, London)
Seperti buku ketiga di atas, buku ini juga diterbitkan di Australia dan pada umumnya membahas mengenai manajemen kepariwisataan yang bersifat komprehensif. Riset kepariwisataan merupakan satu topik yang dibahas dalam salah satu sub-bab-nya, dengan point-point sebagai berikut:

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.