Kompas.com - 24/10/2014, 16:10 WIB
Penulis advertorial
|
Editoradvertorial

Rektor Binus University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, MM., mengakui bahwa biaya terbesar sebuah gedung adalah saat gedung tersebut dipakai terus-menerus. Untuk itulah, cara paling tepat di era saat ini adalah mewujudkan green building yang hemat energi.

Harjanto mengemukakan, penggunaan pendingin udara bisa dicapai dengan mengurangi jumlah sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Namun, cahaya sinar matahari juga harus dipertahankan agar ruang kelas tak perlu menggunakan terlalu banyak penerangan lampu. Salah satu upaya pengurangan tersebut dilakukan menggunakan teknologi kaca lapis ganda (double glazed), selain juga menyertakan taman vertikal (vertical green park) di depan jendela.

"Ini salah satu konsep penggunaan desain pasif yang memaksimalkan cahaya matahari. Dari sini saja sudah bisa mengurangi biaya pemakaian energi," ujar Harjanto.

"Kami kurangi bukaan jendela untuk mengurangi cahaya yang masuk. Kami hanya menggunakan 30 persen bukaan untuk cahaya. Kami juga membuat taman vertikal agar terlihat hijau dan terasa sejuk,” tambahnya.

Khusus penggunaan cahaya lampu, lanjut Harjanto, juga tetap mengaplikasikan konsep ramah lingkungan. Semua penerangan di kampus ini menggunakan lampu hemat energi berteknologi LED dan pendingin udara berteknologi sistem pendingin air atau water cooled chiller dengan inverter screw chiller system.

“Investasi dikeluarkan untuk teknologi ini lebih besar dari pendingin udara konvensional. Tapi, biaya sehari-harinya nanti jadi lebih murah. Ini akan menguntungkan mahasiswa karena minim biaya berulang,” kata Harjanto.

Kini, berdasarkan semua fitur tersebut, Kampus Utama Binus University tersebut bukan hanya "pintar" berkat penggunaan teknologi tinggi. Sebutan “hijau” untuk kampus ini juga cukup pantas disandang, karena pihak kampus secara aktif melakukan konservasi air.

"Kami akan mengumpulkan air hujan, mengolah, dan menggunakannya kembali. Air ini akan digunakan untuk menyiram tanaman dan keperluan toilet," ujarnya.

Untuk mendukung fasilitas hijau dan ramah lingkungan itu, lanjut Harjanto, “budaya” hijau dan ramah lingkungan mulai digalang. Dia menyebutkan, konsep green campus ini juga didukung oleh aktivitas di dalam dan sekitar kampus.

“Kami sudah menekankan program penanaman seribu pohon oleh mahasiswa di sekitar kampus dan pembatasan penggunaan kertas,” kata Harjanto. (LTF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.