Kompas.com - 30/06/2015, 17:02 WIB
Wiwiek D Santoso, President Director PT Marga Mandalasakti (MMS) saat menjadi pembicara dalam acara rutin Binus Business School, “CEO Speaks” bertajuk kepemimpinan di Kampus JWC, Senayan pada Kamis (25/6/2015). Adhis AnggianyWiwiek D Santoso, President Director PT Marga Mandalasakti (MMS) saat menjadi pembicara dalam acara rutin Binus Business School, “CEO Speaks” bertajuk kepemimpinan di Kampus JWC, Senayan pada Kamis (25/6/2015).
|
EditorLatief

Wiwiek mengutip ucapan Nelson Mandela, "Jika Anda bicara kepada seseorang menggunakan bahasa yang ia pahami, pembicaraan itu hanya akan masuk ke nalarnya. Namun, jika Anda berbicara menggunakan bahasanya, pembicaraan itu akan meresap dalam hati."

Menurut Wiwiek, salah satu karakter seorang pemimpin adalah berani mengambil keputusan. Saat perekonomian lesu, perusahaan-perusahaan berbondong-bondong melakukan pengurangan biaya.

Namun, Wiwiek mengaku tak ikut-ikutan. Bagi dia, pengurangan biaya hanya obat instan, tak mampu membenahi inti permasalahan.

"Yang harus dilakukan adalah bagaimana melakukan efisiensi optimal. Jangan sampai ketika ekonomi bagus malah hura-hura lagi," ujarnya.

Dalam membuat rancangan bisnis dan pengambilan keputusan-keputusan strategis, Wiwiek selalu memperhatikan proses pelaksanaan. Tidak semua asumsi yang dibuat dalam rancangan itu benar-benar terjadi. Karena itu, perlu ada pengawasan dan kontrol atau problem identification corrective action (PICA).

Maksimalkan potensi tim

Setiap Insan Mandala, sebutan karyawan MMS, didorong memberikan ide segar. Bahkan, ketika Wiwiek memutuskan mengubah logo perusahaan, dia memilih melakukan sayembara internal perusahaan, memanfaatkan potensi yang ada tanpa campur tangan konsultan.

"Saya ingin perubahan ini menjadi milik bersama," ujarnya.

Insan Mandala, terutama mereka yang bekerja langsung di lapangan, terus dipancing menelurkan ide brilian. Tak melulu dihargai dengan materi, penghargaan yang diberikan Wiwiek saat itu sederhana. Makan bersama semua petinggi MMS. Tanpa sekat batas jabatan, mereka berbincang hangat mengenai masa depan perusahaan.

Kampanye safety driving

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X