Kompas.com - 04/02/2016, 08:19 WIB
Selamat datang di bisnis e-commerce! ShutterstockSelamat datang di bisnis e-commerce!
|
EditorLatief

"(Magister manajemen) sistem informasi itu mengembangkan teknologi informasi untuk memenangkan dan mengembangkan bisnis," kata Head of Graduate Program in Information System Management Binus, Harisno, Jumat (22/1/2015).

Di program tersebut mahasiswa diperkaya juga dengan pengetahuan manajemen bisnis, selain mengasah kemampuan teknis terkait sistem informasi. Kemampuan analisis—dari mengindentifikasi, mengurai, hingga mencari solusi persoalan—pun dipertajam, lewat metode diskusi bedah kasus.

"Penekanan di sini tidak lagi mahasiswa diminta menyusun coding (bahasa pemrograman) tapi kemampuan analisisnya yang ditingkatkan. Bukan lagi how to memorize it, tapi how to analyze it," ujar Harisno.

Untuk mempelajari manajemen sistem informasi, Anda tak mutlak berbekal ijazah sarjana (S-1) dari jurusan yang sama maupun sejenis. Terlebih lagi, pada umumnya ada peminatan di kelas magister ini.

Di Binus, misalnya, ada dua peminatan untuk Magister Sistem Informasi, yaitu Information System Strategic Management (ISSM) dan Technopreneur. Bila Anda mengerti manajemen bisnis tetapi kurang memiliki dasar teknis, sebaiknya peminatan "Technopreneur" jadi pilihan. Bila kondisinya terbalik, ISSM bisa lebih cocok.

"Kalau di Technopreneur, mahasiswa biasanya sudah memiliki jiwa wirausaha dan punya ide bisnis kreatif. (Dia) butuh mengembangkan sistem informasi karena merupakan bagian dari rancangan bisnisnya," papar Harisno.

Sebaliknya, ISSM biasanya lebih digemari mahasiswa yang sudah punya dasar pendidikan di bidang sistem informasi atau "kerabat"-nya. Rata-rata, kata Harisno, mereka mengambil peminatan ini untuk memantapkan kemampuan manajemen.

"Jadi kalau sudah tahu bussines process-nya seperti apa, nanti tinggal (mengembangkan) bagaimana sistem informasi berperan dari bussines model yang sudah ada untuk memenangkan persaingan," lanjut Harisno.

Lain lagi ceritanya jika Anda lebih berminat menekuni sisi teknologi e-commerce ketimbang merancang model bisnis-nya. Barangkali saja Anda berniat membuka bisnis konsultan TI. Kalau begitu, Magister Teknik Informatika (TI) bisa jadi pilihan.

"Kalau (Magister Manajemen) SI lebih ke sistem proses bisnis-nya seperti apa, lebih ke arah finansial, sementara TI lebih ke arah efisiensi waktu. Tolok ukurnya berbeda," ujar Head of Graduate Program Information Tehnology Binus, Suharjito.

Suharjito mengambil situs YouTube sebagai contoh tolok ukur yang dipakai di Magister TI. Untuk pengguna gampang menikmati maupun mengunggah video lewat situs web itu, lanjut dia, butuh proses rumit yang memungkinkan juga pemakaian dari beragam peranti.

"Membuat programnya bagaimana, sistemnya bagaimana agar mudah digunakan. Koneksi antara fitur satu dengan lainnya itu bagaimana. Itu tugas TI merancang programnya," papar Suharjito.

Nah, kira-kira sudah punya pilihan? Selamat bertarung di era e-commerce!

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi: http://graduate.binus.ac.id/2016/01/25/ayo-daftar-sekarang/

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X