Kompas.com - 25/10/2016, 14:52 WIB
Perkuliahan di Belanda cukup berbeda dibanding di Indonesia. Mahasiswa Tanah Air harus siap menyesuaikan diri. M LATIEF/KOMPAS.comPerkuliahan di Belanda cukup berbeda dibanding di Indonesia. Mahasiswa Tanah Air harus siap menyesuaikan diri.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Dosen di universitas tersebut, kata Ronny, mengajar secara interaktif. Murid didorong untuk bertanya dan mengemukakan pendapat secara bebas tetapi teratur dan sopan.

Sebaliknya, menurut Ronny, dosen pun sangat responsif terhadap kebutuhan siswa. Jika membutuhkan konsultasi terkait materi yang kurang dipahami, mahasiswa dapat menemui dosen kapan saja.

Meski demikian, berani mengungkapkan pendapat awalnya ditengarai menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa internasional asal Indonesia. Hal ini antara lain diungkapkan oleh International Account Manager Stenden University of Applied Sciences, Jasper Hofman.

Menurut Hofman, hubungan antara dosen dan mahasiswa di kampusnya lebih egaliter. Mahasiswa asal Indonesia, ujar dia, sering kali butuh waktu cukup lama untuk menyesuaikan diri dengan model hubungan seperti ini.

"Namun, setelah mereka (mahasiswa dari Indonesia) berhasil melakukannya (menyesuaikan diri menjadi lebih aktif), mereka benar-benar menghargai keterlibatan dalam proyek-proyek kelas," kata Hofman.

Proses pengajaran dalam kelas pun punya ciri berbeda lagi dibandingkan di Indonesia. Salah satunya, mahasiswa belajar dalam kelompok yang keanggotaannya diubah secara acak tiap tiga bulan sekali.

Di masing-masing kelompok ditetapkan ketua yang ditunjuk bergiliran. Tujuannya, semua mahasiswa belajar menjadi pemimpin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelompok tersebut kemudian mengerjakan tugas sekaligus belajar bersama untuk sekitar 5-6 mata kuliah. Penilaian dosen lalu dilakukan berdasarkan performa grup.

"Dalam proses ini setiap mahasiswa dilatih mengembangkan kemampuan bekerja sama atau team work skill dengan orang dari berbagai macam negara," kata Ronny.

Memang, Ronny bukan satu-satunya mahasiswa internasional di Stenden University of Applied Sciences. Kira-kira 11.000 orang atau sekitar 25 persen total mahasiswa di sana berasal dari luar Belanda.

Di Belanda—tak hanya di Stenden University of Applied Sciences—ada beragam pilihan program internasional terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena itu, calon mahasiswa tak perlu ragu apalagi merasa rendah diri untuk menuntut ilmu di sana.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.