Kompas.com - 25/10/2016, 14:52 WIB
Berdiskusi dengan perwakilan perguruan tinggi secara langsung dapat membantu calon mahasiswa memutuskan pilihan lebih baik. Dok Nuffic Neso IndonesiaBerdiskusi dengan perwakilan perguruan tinggi secara langsung dapat membantu calon mahasiswa memutuskan pilihan lebih baik.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

"Siswa Tanah Air memiliki rata-rata kesuksesan hingga 90 persen selama masa pendidikan mereka di Belanda," ucap Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Netherlands Education Support Office (NESO), di Jakarta, Sabtu (16/01/2016).

Berbicara dalam acara "Holland Scholarship Day" di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, Indy pun menyebutkan, kegagalan—kalaupun ada—umumnya terjadi akibat permasalahan personal mahasiswa bersangkutan. Misalnya, mahasiswa tersebut sulit menyesuaikan diri dengan budaya Eropa.

Karena itu, Indy menyarankan calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri baik-baik. Masukan yang sama turut dilontarkan Ronny. Menurut dia, persiapan mental dan fisik wajib dilakukan.

"Fokus pada tujuan utama, yaitu mendapatkan pendidikan yang baik, berpikir terbuka terhadap hal-hal baru, dan punya semangat pantang menyerah," ungkap Ronny soal jurus sukses belajar di Belanda.

Meski demikian, calon mahasiswa yang berniat melanjutkan kuliah ke Belanda sebenarnya tak perlu terlalu khawatir soal perbedaan budaya tersebut. Menurut Hofman, Belanda dan Indonesia punya banyak kemiripan.

Ragam bahan-bahan khas dalam negeri, misalnya, lumrah ditemukan. Jadi, mahasiswa masih bisa memasak makanan dengan rasa kampung halaman di Belanda.

"Para mahasiswa (di Stenden University of Applied Sciences, sebagai contoh) juga ramah, saling menghargai kultur, toleransi, dan terbuka dengan hal-hal baru," kata Hofman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, lanjutnya, mahasiswa asal Indonesia harus terbiasa dengan kultur orang Belanda yang berbicara apa adanya, kebiasaan yang cukup berbeda dengan di Indonesia.

"Orang Belanda sering bicara 'blak-blakan', beda dengan orang Indonesia yang cenderung berbasa-basi (indirect) dalam berkomunikasi," tuturnya.

Apa pun yang akan dihadapi di sana, paling penting calon mahasiswa memiliki bekal informasi cukup, terutama untuk memilih kampus dan jurusan paling sesuai. Jangan sampai, sudah jauh-jauh kuliah ke Belanda tapi malah merasa "salah jurusan" apalagi gagal di tengah jalan.

Adapun informasi mengenai serba-serbi perkuliahan bisa didapat lewat beragam cara, salah satunya dari pameran pendidikan. Kebetulan, pada tahun ini NESO akan membuka 'Dutch Placement Day 2016' di Jakarta pada 31 Oktober 2016 dan Bandung pada 4 November 2016.

Di acara tersebut, pelajar dapat bertemu dan berdiskusi langsung dengan perwakilan perguruan tinggi Belanda. Persiapan lebih matang merupakan jurus awal bagi calon mahasiswa untuk nantinya mampu menghadapi segala aral.

Siap belajar ke Belanda?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.