Kompas.com - 20/01/2017, 08:55 WIB
Dua pelajar penerima beasiswa Orang Tulip Scholarship di Arnhem, Belanda. Dok Nuffic Neso IndonesiaDua pelajar penerima beasiswa Orang Tulip Scholarship di Arnhem, Belanda.
|
EditorLatief

Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik juga disyaratkan, dibuktikan dengan hasil TOEFL IBT di atas 80 atau nilai IELTS minimal 6,0.

Karena itu, penting bagi para peminat beasiswa—termasuk untuk belajar ke luar negeri—untuk memastikan terlebih dahulu detail persyaratan yang dibutuhkan. Periksa juga peluang dari tawaran dan alokasi yang tersedia.

Sebagai pembanding, bisa ditengok beasiswa Netherland Fellowship Programme (NFP). Tak seperti StuNed yang khusus dibuka untuk pelajar Indonesia, NFP ditawarkan pula kepada pelajar dari 51 negara berkembang.

Proses penyaringan pun tidak dilakukan tim seleksi di Indonesia, tetapi langsung oleh tim universitas tujuan di Belanda.

"Prosesnya, mahasiswa daftar dulu ke universitas sesuai program studi yang diinginkan. Setelah diterima, mahasiswa mengajukan permohonan NFP ke universitas. Selanjutnya, universitas melanjutkan permohonan yang telah lolos penyaringan awal ke kantor Nuffic di Den Haag," ungkap Inty.

Prosesnya tak berhenti di situ, Nuffic Neso pusat di Den Haag akan mendistribusikan permohonan tersebut ke kedutaan di masing-masing negara asal calon mahasiswa. Kemudian, kedutaan terkait akan melihat dan memberikan rekomendasi kembali ke Den Haag.

Selanjutnya, Nuffic menyampaikan rekomendasi tersebut ke universitas. Terakhir, universitas mengirimkan hasilnya ke para pelamar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbedaan lain, NFP ditujukan untuk orang yang sudah memiliki pengalaman kerja minimal tiga tahun. Pelamar pun harus dinominasikan oleh institusi tempat dia bekerja.

"Harapannya, mereka dapat membangun negara dan insititusi tempatnya bekerja ketika sudah pulang," kata Inty.

KOMPAS.com/CAHYU CANTIKA Pelajar Indonesia yang tertarik kuliah ke Belanda mendatangi pameran pendidikan Dutch Placement Day 2016 di Erasmus Huis, Jakarta, Jumat (4/11/2016). Pameran pendidikan adalah salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi tentang perkuliahan di luar negeri, termasuk soal beasiswa.

Kembali ke tawaran dari Pemerintah Belanda, ada pula program beasiswa parsial untuk program S1, S2 maupun program persiapan atau foundation. Saat ini tersedia Holland Scholarship dan Orange Tulip Scholarship (OTS).

Holland Scholarship memberikan potongan biaya pada tahun pertama kuliah sebesar 5.000 euro. Adapun program OTS, pendanaan beasiswa tergantung kepada skema yang ditawarkan universitas.

Holland Scholarship bisa diperoleh para mahasiswa yang berasal dari luar kawasan Area Ekonomi Eropa (EEA). Adapun OTS dikelola oleh Nuffic Neso Indonesia dan ditujukan khusus bagi warga negara Indonesia.

Bagi Anda yang berminat melamar beasiswa dari Pemerintah Belanda, informasi lebih lanjut bisa didapatkan dengan menghadiri Holland Scholarship Day pada 21 Januari 2017 di Erasmus Huis, Jakarta. Atau, Anda bisa membuka situs web Nuffic Neso Indonesia.

Nah, selamat berjuang mencari beasiswa!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.