KILAS

Lima Program Afirmasi untuk Lengkapi Kebutuhan Guru di Daerah

Kompas.com - 25/11/2017, 06:31 WIB
Guru Garis Depan dilepas secara simbolis oleh Mendikbud Muhadjir Effendy pada medio September 2017 Guru Garis Depan dilepas secara simbolis oleh Mendikbud Muhadjir Effendy pada medio September 2017
|
EditorKurniasih Budi


JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memenuhi kebutuhan guru yang ada di daerah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki lima program afirmasi.

Program tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan kekurangan guru, terutama pada daerah yang tergolong terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

“Penyediaan guru di daerah, khususnya di daerah 3T menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan layanan pendidikan,” kata Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Hamid Muhammad saat membuka pameran Hari Guru Nasional di Kantor Kemendikbud, Sabtu (25/11/2017).

Baca: Guru Berperan Vital dalam Pendidikan Karakter Siswa

Program Afirmasi tersebut adalah Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM3T), Guru Garis Depan (GGD) dan guru yang bertugas di daerah khusus, Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMA/SMK (Program Keahlian Ganda), Pemberian Subsidi Bantuan Pendidikan Konversi GTK PAUD dan DIKMAS, serta Diklat Berjenjang bagi Pendidik PAUD.

Program SM3T merupakan pengabdian sarjana pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama setahun. Program tersebut bertujuan menyiapkan pendidik profesional. Setelah mengikuti SM3T, para guru bisa melanjutkan Program Pendidikan Profesi Guru.

Kedua, GGD yang diselenggarakan  sebagai upaya untuk memeratakan akses pendidikan dengan meningkatkan ketersediaan tenaga pendidik di daerah 3T.

Program GGD angkatan pertama telah mengirimkan 798 guru profesional ke 28 kabupaten di daerah 3T. Mereka disebar ke Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat.

Baca: Pendidikan Karakter dan Keteladanan Guru Jadi Tema Utama Hari Guru


“Kemendikbud akan merekrut 17.000 guru garis depan atau GGD untuk ditempatkan di 15.000 desa, daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Guru tersebut akan menyandang status calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah lulus program GGD. Program tersebut dicanangkan akan bergulir hingga tahun depan,” tutur Hamid.

Tahun ini, Kemendikbud merekrut 6.296 guru hasil dari seleksi program GGD 2016. Program GGD 2018 akan melibatkan guru honorer bergelar sarjana yang sudah mengabdi di sekolah-sekolah 3T.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X