[HOAKS] Budi Cahyono, Guru yang Tewas Dianiaya Muridnya Diangkat PNS oleh Mendikbud

Kompas.com - 08/02/2018, 07:01 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membantah mengeluarkan kebijakan mengangkat guru SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Ahmad Budi Cahyono, sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Budi meninggal dunia karena dianiaya seorang muridnya saat mengajar.

NARASI:

Narasi yang beredar di media sosial menyebutkan, Ahmad Budi Cahyono, guru yang meninggal karena dianiaya muridnya, akan diangkat sebagai PNS oleh Mendikbud.

Salah satu akun di Facebook, menyebutkan sebagi berikut:

Pidato bpk Menteri Pendidikan Prof.Dr.Muhajir Efendy MAP .
Hari ini sabtu , 3 Februari 2018 , Pukul 12.40 menyampaikan diawal pidatonya :
Untuk Almarhum Ahmad Budi Cahyono guru SMAN 1 Torjun Sampang yg meninggal yg di sinyalir dianiaya oleh muridx telah diusulkan diberi predikat Anumerta artinya diangkat PNS yg dan kelak anak yg dikandung akan dibiayai sampai lulus perguruan tinggi. Semoga dilancarkan dan slalu diberi ketabahan keluarganya.

Selengkapnya bisa dicek di link ini. 

 

VERIFIKASI Kompas.com:

Kompas.com memverifikasinya berdasarkan siaran pers dari Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Plt. Dirjen GTK), Hamid Muhammad.

Hamid menegaskan bahwa pesan berantai yang mencatut namanya merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

"Pesan yang beredar mengatasnamakan Dirjen Dikdasmen seolah-olah menjanjikan tiga hal, dua di antaranya adalah tidak benar," kata Hamid Muhammad usai taklimat media Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemdikbud, Sawangan, Selasa (6/2/201,8) sebagaimana siaran pers yang diterima Kompas.com.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.