Murid Penganiaya Guru, Pelaku atau Korban? Halaman 1 - Kompas.com

Murid Penganiaya Guru, Pelaku atau Korban?

Kompas.com - 12/02/2018, 06:30 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap anaktakasuu Ilustrasi kekerasan terhadap anak

Sampai minggu kemarin, berita-berita di media online dengan kata kunci "anak aniaya" masih didominasi oleh kasus MH, murid yang memukul gurunya.

Menjadi ramai karena kemudian sang guru meninggal. Karakter seperti apa? Mental seperti apa? Ketika murid sudah mulai menganiaya gurunya? Jangan-jangan kasus kekerasan dengan penganiayaan ini hanya fenomena gunung es.

Pemerintah melalui anggaran jumbonya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semestinya melihat kasus ini secara serius. Menurut saya ini kasus yang sangat..sangat serius. Apa yang salah? Sistemnya? Gurunya? Pola asuh orangtuanya? 

"Betapa pendidikan karakter budi pekerti masih jadi PR besar dalam proses pendidikan kita,"  kata Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan di Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018). Dari jaman reformasi sepertinya pendidikan karakter masih saja menjadi PR.

Saya ingat betul waktu saya masih kelas dua SMA. Karena ngobrol di kelas saat pelajaran, guru saya tiba-tiba teriak "Kamu! Keluar!" sambil menuding jidat saya. Saya lalu keluar dengan menunduk, menatap wajah guru saya yang marah saja saya tidak berani.

Lain lagi ketika masih SMP, saya dan salah satu teman saya waktu jam pelajaran, ngeloyor ke parkiran sepeda dan menggemboskan ban beberapa sepeda teman saya yang lain. Tiba-tiba pak guru sudah berdiri di ujung parkiran sepeda, tanpa bicara apa-apa, hanya menatap tajam kami berdua, sambil berkacak pinggang.

Tanpa diteriaki pun kami mundur teratur lalu lari karena kami masih punya rasa hormat terhadap guru karena memang waktu itu saya rasa guru-guru saya sebagian besar punya wibawa, dan yang paling penting adalah, kami tahu yang kami lakukan memang salah.

Apakah benar yang dikatakan Kak Seto seperti Senin 5 februari yang lalu bahwa MH (17 tahun),sang pelaku penganiayaan ini hanya korban? Apakah benar demikian? Pemerintah yang salah?

(Baca: Kak Seto Anggap Siswa yang Aniaya Guru Hingga Tewas adalah Korban)

Jelas iya. Tapi tidak pas kalau kita hanya menuding pemerintah. Munculnya kekerasan fisik selalu dimulai dari kekerasan verbal. Kapan terakhir kali kita saling mencaci maki di sosial media? Kemarin? Atau malah beberapa menit yang lalu?

Kita pikir anak-anak kita, adik-adik kita, ponakan-ponakan kita yang masih sekolah dan kesana kemari juga menenteng smartphone itu tidak membacanya?

Paparan kekerasan verbal pada anak akan selalu membekas pada pikiran anak. Pada remaja, risiko kekerasan verbal ini termanifestasi menjadi kekerasan fisik akan jauh lebih besar.

Masa remaja (adolescent) ini masa yang unik, karena pada masa ini seseorang tidak bisa disebut anak (child) sekaligus tidak bisa juga disebut dewasa (adult).

Masa Kritis

Dalam teori perkembangan psikososial Erikson (1998), nama teorinya diambil dari nama Erik Erikson, ahli psikoanalisis, profesor psikologi dari Harvard University. Usia 17 tahun masuk tahap "Identity vs Role confusion" yang rentang usianya 13-19 tahun.

Pada tahap ini seseorang mengalami masa krisis, masa ini merupakan peralihan masa anak-anak dengan masa dewasa. Remaja pada umumnya mencari identitas diri, jati diri, mulai memiliki tokoh idola yang berusaha ia representasikan dalam dirinya.

Secara psikososial menjauh dari orangtua yang ia anggap sebagai tokoh "masa lalu" dan berpaling pada lingkungan atau teman-teman sebayanya.

Umumnya sebagian orangtua sudah menyadari bahwa masa balita adalah masa kritis perkembangan otak. Namun penelitian menunjukkan masa remaja juga merupakan masa kritis.

Kehidupan anak usia dua tahun dengan anak usia 14-18 tahun ada kemiripan. keduanya merupakan pribadi-pribadi yang gelisah.

Tara Swart, neuroscientist dan peneliti dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) mengatakan bahwa peristiwa-peristiwa traumatik yang terjadi di usia balita atau remaja lebih beresiko mempengaruhi perkembangan otak secara permanen.


Page:

Terkini Lainnya

Kasus Novel Belum Tuntas, Jokowi Bilang 'Masa Dikit-dikit Saya Ambil Alih'

Kasus Novel Belum Tuntas, Jokowi Bilang "Masa Dikit-dikit Saya Ambil Alih"

Nasional
Pengerjaan Gorong-gorong Tol Kali Buaran Tunggu Dana Hibah DKI Cair

Pengerjaan Gorong-gorong Tol Kali Buaran Tunggu Dana Hibah DKI Cair

Megapolitan
Pimpinan Banggar Klaim Semua Fraksi Dukung Dana Kelurahan

Pimpinan Banggar Klaim Semua Fraksi Dukung Dana Kelurahan

Nasional
Pesan Gus Ipul: Santri Jangan hanya Pintar Mengaji...

Pesan Gus Ipul: Santri Jangan hanya Pintar Mengaji...

Regional
Sejumlah Wilayah Jabodetabek Diprediksi Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah Jabodetabek Diprediksi Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Kisah Bocah 3,5 Tahun yang Tewas Setelah Terjebak di Dalam Mobil

Kisah Bocah 3,5 Tahun yang Tewas Setelah Terjebak di Dalam Mobil

Megapolitan
Polisi Selamatkan 12 TKI Ilegal yang Diberangkatkan Lewat Jalur Tak Resmi

Polisi Selamatkan 12 TKI Ilegal yang Diberangkatkan Lewat Jalur Tak Resmi

Regional
Banyak Orangtua di Palembang Tolak Vaksin MR, Baru 180 Ribu Anak Divaksinasi

Banyak Orangtua di Palembang Tolak Vaksin MR, Baru 180 Ribu Anak Divaksinasi

Regional
Peringatan Hari Santri Nasional di Kudus: Ada Tirakatan, Ziarah dan Santap Nasi Urap

Peringatan Hari Santri Nasional di Kudus: Ada Tirakatan, Ziarah dan Santap Nasi Urap

Regional
Ketua Banggar Sebut Dana Saksi Sulit Masuk ke APBN

Ketua Banggar Sebut Dana Saksi Sulit Masuk ke APBN

Nasional
BERITA POPULER: Masalah Dana Hibah untuk Bekasi dan PKL Difasilitasi Duduki Trotoar

BERITA POPULER: Masalah Dana Hibah untuk Bekasi dan PKL Difasilitasi Duduki Trotoar

Megapolitan
Peluang Wirausaha Terbuka Lebar, Gubernur NTT Tawarkan Guru Honorer Beralih Profesi

Peluang Wirausaha Terbuka Lebar, Gubernur NTT Tawarkan Guru Honorer Beralih Profesi

Regional
Begini Kondisi Pos Relawan Penjaga Perlintasan di Lokasi Tabrakan Kereta Vs Pajero di Surabaya

Begini Kondisi Pos Relawan Penjaga Perlintasan di Lokasi Tabrakan Kereta Vs Pajero di Surabaya

Regional
Rusia Kecam Legalisasi Ganja oleh Kanada

Rusia Kecam Legalisasi Ganja oleh Kanada

Internasional
BERITA POPULER JABODETABEK: Polemik Hibah DKI untuk Bekasi, PKL Difasilitasi Duduki Trotoar, hingga Ratna Sarumpaet Diperiksa

BERITA POPULER JABODETABEK: Polemik Hibah DKI untuk Bekasi, PKL Difasilitasi Duduki Trotoar, hingga Ratna Sarumpaet Diperiksa

Megapolitan

Close Ads X