Kompas.com - 10/05/2018, 14:19 WIB
Seorang Guru Garis Depan Sahril Anci bertugas di SMP Negeri Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan satu di antara sekian banyak Guru Garis Depan angkatan pertama yang ditugaskan ke Papua Barat. Dok. Sahril AnciSeorang Guru Garis Depan Sahril Anci bertugas di SMP Negeri Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan satu di antara sekian banyak Guru Garis Depan angkatan pertama yang ditugaskan ke Papua Barat.

Keterlibatan dan kehadiran keluarga di dalam berbagai acara adat adalah mutlak.

Seorang guru di SMP Momi Waren, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Sahril Anci, mengatakan siswa bisa tidak hadir di kelas selama beberapa hari karena mengikuti aturan adat.

Apa bila siswa tidak datang ke sekolah karena mesti hadir dalam acara adat, lanjut Anci, mereka akan datang sendiri untuk bersekolah lagi.

“Siswa tidak mesti dicari, mereka akan datang sendiri. Apalagi, kalau alasannya karena takut Suanggi,” ujar pendidik yang mengikuti program Guru Garis Depan itu.

Masyarakat pedalaman Papua dan Papua Barat memiliki konsep tentang mahluk gaib yang bisa mengancam hidup manusia. Suanggi, begitu mereka menyebutnya.

Guru asal Sulawesi Selatan itu menilai kepercayaan tentang Suanggi begitu kuat di masyarakat pedalaman.

Bahkan, makam anggota keluarga yang baru saja meninggal dunia wajib dijaga selama beberapa hari. Supaya, jenasah keluarga yang meninggal itu tak dicuri Suanggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Taman Bacaan di Kampung Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (5/5/2018). Anak-anak di Kampung Arborek bisa menggunakan Taman Bacaan untuk menambah wawasan. Selain itu, sejumlah wisatawan lokal dan domestik bisa berbagi ilmu pengetahuan kepada anak-anak di Kampung Arborek yang merupakan salah satu destinasi wisata bahari andalan Raja Ampat.KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Taman Bacaan di Kampung Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (5/5/2018). Anak-anak di Kampung Arborek bisa menggunakan Taman Bacaan untuk menambah wawasan. Selain itu, sejumlah wisatawan lokal dan domestik bisa berbagi ilmu pengetahuan kepada anak-anak di Kampung Arborek yang merupakan salah satu destinasi wisata bahari andalan Raja Ampat.

Masyarakat pedalaman di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat percaya Suanggi bisa digunakan pihak tertentu untuk membunuh orang yang tidak disukai.

Begitu menyeramkannya Suanggi hingga membuat sebagian masyarakat pedalaman Manokwari Selatan tak mau keluar rumah pada malam hari. Bila terpaksa, mereka akan melakukannya berkelompok.

Untuk mencegah Suanggi datang, orang yang sakit mesti dijaga. Seluruh anggota keluarga akan berkumpul dan melindungi si sakit.

Tidak boleh ada anggota keluarga yang pergi dari kediaman. Termasuk, anak-anak yang mestinya belajar di sekolah.

Sofian, siswa kelas VII di sebuah SMP di Waisai, mendampingi wisatawan yang berkunjung ke Pianemo, gugusan pulau karst di Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (5/5/2018). Sofian ikut pamannya yang menjadi nahkoda speed boat yang mengangkut wisatawan.KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Sofian, siswa kelas VII di sebuah SMP di Waisai, mendampingi wisatawan yang berkunjung ke Pianemo, gugusan pulau karst di Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (5/5/2018). Sofian ikut pamannya yang menjadi nahkoda speed boat yang mengangkut wisatawan.

Menurut Anci, murid-muridnya umumnya tak bisa hadir di kelas karena adanya kepercayaan masyarakat seperti itu.

Salah satu siswanya bahkan ada yang tidak hadir di kelas selama sekira sebulan karena mesti menjaga kakaknya yang sakit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.