Pendidikan untuk Menjawab Tantangan Zaman - Kompas.com

Pendidikan untuk Menjawab Tantangan Zaman

Kompas.com - 11/05/2018, 15:28 WIB
Pameran Proyek Penelitian SMA Santa Laurensia (11/5/2018)Dok. Kompas.com Pameran Proyek Penelitian SMA Santa Laurensia (11/5/2018)

KOMPAS.com - Para siswa kelas 10 dan 11 SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Tangerang mencoba keluar dari sekat-sekat ruang kelasnya dan menjawab permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Hal itulah yang tergambar dalam kegiatan 'Pameran Proyek Penelitian' yang diadakan Jumat, 11 Mei 2018 di sekolah Santa Laurensia.

Beragam permasalahan yang aktual menjadi obyek penelitian mereka, baik penelitian sains maupun sosial.

Dari bidang sains muncul beragam penelitian menarik seperti; membuat plastik alternatif ramah lingkungan dari buah salak atau durian, tulang ayam sebagai bahan campuran batako, robot untuk membantu menghindari efek 'blindspot' pengendara mobil hingga pemanfaatan kulit kentang sebagai bio energi.

Seperti Callista dan Britney siswi kelas 11 IPA yang meneliti kandungan bakteri pada kulit kentang untuk menghasilkan energi listrik.

Baca Juga: Hasil UN SMA, Ini 5 Besar UN Terbaik DKI Jakarta

"Tantangan tersulit adalah mempersiapkan bakteri yang tidak terkontaminasi dan juga alat yang dapat memperoses bakteri menjadi mikro biosel," jelas Britney.

Meski sulit namun mereka berdua sangat senang melakukan penelitian ini. Mereka berharap penelitian mereka ini dapat dikembangkan nantinya agar memberi manfaat bagi masyarakat. 

"Indonesia sangat mudah ditanam kentang. Dagingnya kentang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk dikonsumsi sedangkan kulitnya dapat diaplikasikan sebagai mikro biosel penghasil listrik," kata Callista dengan antusias.

Pameran Proyek Penelitian SMA Santa Laurensia (11/5/2018).Dok. Kompas.com Pameran Proyek Penelitian SMA Santa Laurensia (11/5/2018).

Bidang penelitian sosial pun tidak kalah menarik. Berbagai persoalan terkini menjadi pokok bahasan siswa SMA Santa Laurensia.

Mulai dari isu nasionalisme di kalangan remaja, ketergantungan gawai di kalangan remaja, hingga isu reklamasi Teluk Jakarta di mana peneliti muda ini turun langsung mengambil sampel penelitian warga Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Seperti Eugene dan Sherry siswa kelas 10 IPS yang melakukan penelitian tentang Vlog (Video Blogger), sebuah tema 'kekinian' di kalangan orang muda.

"Kami berharap penelitian ini dapat membuat teman-teman yang lain nantinya dapat membuat vlog dengan konten yang positif dan mampu membuat filter hal-hal negatif seperti pornografi atau isu SARA yang memecah belah," kata Eugene. 

Tema-tema yang diangkat dekat dan aktual dengan masyarakat.

Tahun ini penelitian adik adik kelas lebih inovatif dan up to date, jelas Felika (mahasiswi di Hongkong) dan Patricia Key (mahasiswi Universitas Prasetya Mulya). Keduanya adalah alumni Sekolah Santa Laurensia angkatan 2014 yang hadir menjadi juri.

"Manfaatnya besar nanti saat kuliah. Berbekal proyek penelitian ini kita jadi sudah terbiasa mengerjakan research paper atau analysis project," jelas Felika.

Pameran Proyek Penelitian SMA Santa Laurensia (11/5/2018)Dok. Kompas.com Pameran Proyek Penelitian SMA Santa Laurensia (11/5/2018)

"Pembelajaran harus disesuaikan dengan zamannya. Industri, teknologi dan paradigma bergeser. Harusnya, pendidikan mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kompetensi zamannya," kata Theja Kurniawan, kepala sekolah SMA Santa Laurensia.

Pendidikan harus mampu menjawab tantangan abad 21, tambahnya.

"Salah satu keunikan sekolah ini memiliki mata pelajaran proyek penelitian. Siswa dapat mengajukan proposal penelitian sesuai dengan minatnya. Akhir tahun, mereka berkesempatan untuk menguji hasil penelitian mereka dihadapan para juri yang tidak hanya berasal dari para guru tetapi juga dari undangan sekolah lain, orangtua, alumni atau pihak universitas," ujar Theja.

Tahun ini setidaknya sekitar 500 siswa mengikuti penelitian yang berasal dari 6 kelas bidang IPA dan 2 kelas bidang IPS.

Menurut Theja ada banyak hasil positif yang ingin dicapai melalui kegiatan ini. Selain mengembangkan rasa ingin tahu anak, anak juga belajar untuk manajemen waktu, disiplin, bagaimana menyusun target, kejujuran dalam hasil penelitian, berkomunikasi menjelaskan ide dengan lugas, detil dan sistematis serta banyak hal lain lagi.

 


Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X