PPDB Online, Penerimaan Masuk SMP Ditentukan dari 3 Hal Ini - Kompas.com

PPDB Online, Penerimaan Masuk SMP Ditentukan dari 3 Hal Ini

Kompas.com - 30/05/2018, 08:08 WIB
Ilustrasi PPDB Kelas 7 SMPDok. Kemdikbud.ri Ilustrasi PPDB Kelas 7 SMP

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan peraturan terbaru tentang Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. 

Dikutip dari akun instagram resmi Kemendikbud @kemdikbud.ri dan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018, beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai syarat masuk Sekolah Menengah Pertama ( SMP) untuk sekolah yang dikelola pemerintah daerah dalam PPDB 2018 diantaranya:

1. Syarat usia dan STTB

Persyaratan calon siswa untuk dapat masuk kelas 7  SMP sederajat usia memiliki usia maksimal 15 tahun. Syarat usia ini dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dilegalisir oleh lurah setempat. 

Syarat lain untuk mengikuti PPDB masuk SMP adalah memiliki ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SD atau bentuk lain yang sederajat.

2. Urutan prioritas penerimaan

Seleksi calon siswa baru kelas 7 SMP mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan sebagai berikut:

Baca juga: 10 SMP Terbaik DKI Jakarta Berdasarkan Nilai UN

 

a. jarak tempat tinggal ke sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi

b. nilai hasil ujian SD atau bentuk lain yang sederajat

c. prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui sekolah sesuai dengan kewenangan daerah masing-masing.

3. Sistem zonasi

Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah diwajibkan untuk menerima calon siswa yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah dengan kuota paling sedikit sebesar 90% (sembilan puluh persen) dari total jumlah siswa.

Domisili calon calon siswa ditentukan berdasarkan alamat pada Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

Cara pendaftaran PPDB dapat dilakukan dengan 2 cara yakni: PPDB online (daring) dan PPDB offline (luring).

Orangtua dapat melakukan pendaftaran PPDB online dengan mengunjungi laman resmi yang disiapkan pemerintah daerah masing-masing. Sedangkan sistem offline dapat dilakukan dengan mengunjungi langsung sekolah-sekolah yang menjadi tujuan.

Kemendikbud mendorong pemerintah daerah untuk melakukan PPDB online. Beberapa provinsi dan kabupaten/kota yang telah menjadi peserta PPDB Online diantaranya: Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Kota Pekan Baru, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Tanah Laut, Kota Bekasi dan Kabupaten Sleman.


Komentar

Terkini Lainnya

Takut Ditangkap Polisi, Mahasiswa Melompat ke Jurang Hingga Tewas

Takut Ditangkap Polisi, Mahasiswa Melompat ke Jurang Hingga Tewas

Regional
Komnas HAM Rancang Mediasi Pemerintah dan Masyarakat Penolak Bandara

Komnas HAM Rancang Mediasi Pemerintah dan Masyarakat Penolak Bandara

Regional
Vokasi UI: Menimbang Positif dan Negatif Palangka Raya jadi Ibukota RI

Vokasi UI: Menimbang Positif dan Negatif Palangka Raya jadi Ibukota RI

Edukasi
Dede Idol dan Kakaknya Mencuri karena Desakan Ekonomi

Dede Idol dan Kakaknya Mencuri karena Desakan Ekonomi

Megapolitan
Hendak Antar Nasi untuk Pembantu, Seorang ASN Tewas Terlindas Truk

Hendak Antar Nasi untuk Pembantu, Seorang ASN Tewas Terlindas Truk

Regional
Bangun Akses Pemadam dan Halte Busway, PT MRT Rekayasa Lalu Lintas

Bangun Akses Pemadam dan Halte Busway, PT MRT Rekayasa Lalu Lintas

Megapolitan
'TPU Tegal Alur Banyak yang Kosong, cuma Warga Enggak Mau ke Sana...'

"TPU Tegal Alur Banyak yang Kosong, cuma Warga Enggak Mau ke Sana..."

Megapolitan
Dalam 12 Hari, Polisi Tangkap 38 Maling, Begal dan Perampok

Dalam 12 Hari, Polisi Tangkap 38 Maling, Begal dan Perampok

Regional
Diminta Berhenti Berjualan Sementara, Pedagang Jatibaru Tak Diberikan Lokasi Relokasi

Diminta Berhenti Berjualan Sementara, Pedagang Jatibaru Tak Diberikan Lokasi Relokasi

Megapolitan
TNI-Polri: Stigma Mimika Rawan Konflik Pemilu Adalah Keliru

TNI-Polri: Stigma Mimika Rawan Konflik Pemilu Adalah Keliru

Regional
16 Perempuan Indonesia Dijual Rp 400 Juta ke China dan Dikawinkan Paksa

16 Perempuan Indonesia Dijual Rp 400 Juta ke China dan Dikawinkan Paksa

Nasional
Produsen Tempe dan Tahu Mengadu ke Mendag soal Dampak Kenaikan Dollar

Produsen Tempe dan Tahu Mengadu ke Mendag soal Dampak Kenaikan Dollar

Megapolitan
Polisi Tangkap Pengemudi Ojek Online Pengguna “Tuyul” di Palembang

Polisi Tangkap Pengemudi Ojek Online Pengguna “Tuyul” di Palembang

Regional
Ombudsman Temukan 'Paket Hemat' Bikin SIM, Polres Tangerang Kota Nyatakan Bebas Calo

Ombudsman Temukan "Paket Hemat" Bikin SIM, Polres Tangerang Kota Nyatakan Bebas Calo

Megapolitan
Gerakan #BersihkanIndonesia Tantang Capres Tinggalkan Energi Batu Bara

Gerakan #BersihkanIndonesia Tantang Capres Tinggalkan Energi Batu Bara

Regional
Close Ads X