Waspadai "Kebocoran" Kekerasan di Luar MPLS

Kompas.com - 17/07/2018, 17:49 WIB
Orangtua siswa mengantar anaknya di hari pertama sekolah di SMAN 70 Jakarta, Senin (18/7/2016).Nibras Nada Nailufar Orangtua siswa mengantar anaknya di hari pertama sekolah di SMAN 70 Jakarta, Senin (18/7/2016).

KOMPAS.com - Hari ini (17/7/2018) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah memasuki hari ke-2 dari 3 hari yang dijadwalkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketentuan MPLS untuk tahun ajaran ini masih mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 18 Tahun 2016.

Sekolah diwajibkan melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai pengganti Masa Orientasi Sekolah (MOS).

Tujuan utama MPLS adalah membangun suasana ramah, aman, nyaman dan menyenangkan bagi calon siswa baru. Karenanya, kegiatan perploncoan, hukuman fisik tidak mendidik atau pembulian senior kepada junior dilarang untuk dilakukan dalam MPLS.

Terkait permasalahan ini, Kompas TV dalam acara Sapa Indonesia (17/7/2018) mengangkat tema "Sudah Lebih Baikkah Masa Pengenalan Sebelum Masuk Sekolah?"

1. Sudah lebih jelas dari regulasi

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menyampaikan pelaksanaan dari sisi regulasi sudah lebih baik dengan membangun paradigma baru masa pengenalan sekolah.

Susanto menyampaikan laporan mengenai kekerasan atau bully secara fisik mengalami penurunan dalam 3 atau 4 tahun terakhir. 

"Tetapi bullying secara psikis dan verbal masih sering terjadi," tambah Susanto.

Baca juga: Bukan MOS, Ini 6 Aktivitas dan Atribut Dilarang dalam MPLS

Oleh karena itu, pihak KPAI mengingatkan agar kegiatan MPLS di sekolah benar-benar terpantau, terencana serta terukur dengan pendekatan-pendekatan yang edukatif.

2. Mekanisme kontrol lebih baik

Senada dengan hal itu, Donie Koesoema, pengamat pendidikan, menilai dalam prakteknya sekolah sudah memahami substansi dan tujuan utama dari MPLS.

Halaman:


Terkini Lainnya

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Megapolitan
Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Regional
Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Megapolitan
Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Megapolitan
Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Nasional
Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Megapolitan
Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Regional
Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Regional
Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Regional
Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Nasional
Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Regional
Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Nasional
Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Internasional

Close Ads X