Kompas.com - 29/08/2018, 21:48 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menjadi pembicara kunci dalam Green Building & Energy Management Seminar di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), 28 Agustus 2018. Dok. UMNMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menjadi pembicara kunci dalam Green Building & Energy Management Seminar di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), 28 Agustus 2018.

KOMPAS.com - Program studi (Prodi) Teknik Fisika Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar seminar dengan tema "Green Building and Energy Management Seminar (GEMS) 2018" di Lecture Hall New Media Tower UMN, Tangerang (28/8/2018).

Memasuki tahun ke-2, GEMS diadakan dengan tujuan membuka wawasan manajemen energi di sektor bangunan komersil maupun bangunan pelayanan masyarakat. 

“Sejak awal dibangun, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) telah mengembangkan konsep Green Technology sebagai kontribusi mewujudkan pembangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelas Rektor UMN Ninok Leksono.

1. Terkait budaya dan filosofi

"Berbicara mengenai green building bukan hanya soal struktur dan arsitektur saja, namun juga hal terkait lain seperti pemanfaatan air, pengelolaan sampah hingga faktor kesehatan," jelas Direktur Green Building Council Indonesia Siti Adiningsih Adiwoso.

Ia menambahkan, pengaplikasian green building di Indonesia tidak bisa 'copy-paste' dengan gedung-gedung di Eropa atau Amerika karena beda iklim. Tidak hanya itu, masalah filosofi dan budaya juga menjadi perbedaan mendasar dalam menerapkan green building di Indonesia, tambah Siti Adiningsih.

Baca juga: Orientasi UMN 2018 Ajak Mahasiswa Baru Lampaui Batas dan Totalitas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Penerapan green building juga tidak hanya terkait masalah material, air, cahaya atau pengaturan suara saja melainkan juga pergerakan manusia, cara berpikir dan juga komunitas yang tinggal di dalamnya," tegas Siti Adiningsih.

2. Potensi penghematan energi

Turut hadir sebagai pembicara dalam pembukaan GEMS 2018, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM RI Rida Mulyana.

Rida menyampaikan, saat ini ada 3 masalah utama sedang dihadapi negara-negara di dunia yaitu FEW, Food (makanan), Energy (energi) dan Water (air).

"Potensi penghematan gedung industri dan komersil di Indonesia masih bisa sampai 10-30%. Karena itu, saya mendorong UMN yang telah memperoleh banyak penghargaan sebagai gedung yang ramah lingkungan dan energi untuk menerapkan ISO 50001 untuk Sistem Manajemen Energi," tambah Rida.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro yang hadir sebagai pembicara kunci juga memberikan apresiasi positif atas langkah-langkah dilakukan UMN dalam menerapkan konservasi energi melalui green building ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.