Kuliah Umum UI: Kita Lupa Membangun Daya Saing Pancasila

Kompas.com - 15/09/2018, 19:52 WIB
Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo menyampaikan kuliah umum bertajuk ?Membangun Masyarakat yang Kondusif Sosial-Politik Menuju 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia? di kampus UI Salemba (13/9/2018).Dok. UI Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo menyampaikan kuliah umum bertajuk ?Membangun Masyarakat yang Kondusif Sosial-Politik Menuju 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia? di kampus UI Salemba (13/9/2018).

KOMPAS.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo menyampaikan kuliah umum bertajuk “Membangun Masyarakat yang Kondusif Sosial-Politik Menuju 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia” di Kampus Universitas Indonesia ( UI) Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (13/9/2018). 

Ia memaparkan, saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami transisi politik otoriter ke demokrasi, kultur budaya tradisional ke modern, transisi generasi, serta peralihan lingkungan stratejik internasional.

Lupa membangun daya saing Pancasila

Jika sanggup menyesuaikan diri dengan tantangan zaman dan menjalani transisi secara mulus, Indonesia dapat melesat menjadi salah satu kekuatan, minimal di Asia.Tantangan paling nyata ialah globalisasi yang memungkinkan masuknya sistem nilai dan ideologi asing. Hal tersebut tak sepenuhnya buruk, sebab demokrasi memang mensyaratkan keterbukaan pemikiran.

Masalahnya, lanjut Agus, bangsa Indonesia kerap lupa membangun daya saing Pancasila. “Akibatnya, ketika berhadapan dengan ideologi luar, Pancasila bisa saja kalah bersaing,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi UI.

Baca juga: Fokus Studi Saat Reza Rahadian Jadi Dosen di Program Vokasi UI

Selain itu, usia Indonesia tergolong belia dalam berdemokrasi juga menjadi tantangan. Terkait hal ini, ia menambahkan, “Kita belum bisa membangun efektivitas institusi politik, padahal di saat yang sama aspirasi rakyat begitu pesat.”

Menyesuaikan diri dengan tantangan zaman

Menurutnya, harapan terdekat yang dapat dicapai oleh bangsa Indonesia ialah bonus demografi pada tahun 2020-2035. Dengan jumlah usia produktif yang lebih banyak ketimbang usia non produktif, rasio ketergantungan Indonesia lebih baik ketimbang negara-negara maju.

Harapan tersebut bisa diraih asal Indonesia sanggup menyesuaikan diri dengan tantangan zaman, utamanya melalui pendidikan dan modal politik yang bagus.

“Jika partai politik dapat membina sumber daya manusianya, maka bangsa ini punya peluang dipimpin oleh pemimpin berkualitas. Dari sana, kita bisa optimistis soal kebijakan yang bagus, strategi ekonomi-politik-teknologi yang kuat, dan kebijakan lintas sektoral yang memperkuat ketahanan,” katanya.

Mengubah cara pikir tradisional menjadi modern

Jika tidak, negara akan jalan di tempat dan cenderung kalah bersaing dengan negara lain yang terus merangkak naik. Institusi pendidikan memegang peran kunci dalam mengubah cara pikir tradisional menjadi modern.

“Kemungkinan terburuk, kita akan menghadapi tantangan masa depan dengan menyanjung-nyanjung masa lalu saja. Pemerintah didominasi kepentingan, Indonesia hanya menjadi pasar buat negara maju, pendidikan gagal menciptakan daya saing, dan bisa jadi kita mengalami ‘balkanisasi’”, tegasnya.

Kuliah umum Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo disampaikan dalam rangka Dies Natalis ke-2 Sekolah Kaijan Stratejik& Global (SKSG) UI, yang diadakan berbarengan dengan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL UI). Baik SIL maupun SKSG UI awalnya tergabung dalam Program Pascasarjana Multidisiplin Ilmu. Baru pada tahun 2016, keduanya resmi dibentuk secara definitif.


Terkini Lainnya

Senin Pagi Gunung Merapi Keluarkan Tiga Kali Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Gendol

Senin Pagi Gunung Merapi Keluarkan Tiga Kali Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Gendol

Regional
BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

Megapolitan
Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Regional
Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Internasional
Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Megapolitan
Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Megapolitan
Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Regional
KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

Nasional
BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

Nasional
Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Megapolitan
KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

Nasional
Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Regional
Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Nasional
Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Regional
Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Regional


Close Ads X