Kompas.com - 08/10/2018, 10:57 WIB

 

KOMPAS.com - Communication Department Binus University kembali menyelenggarakan kompetisi tahunan "Communication in Action (COMIC) 2018" dengan tema “Think then Post: Stop Cyberbullying.”

Final kompetisi ini diadakan di Gedung Serbaguna Kominfo, Jakarta Pusat, dan berhasil mengumpulkan 135 karya dari 3 kategori lomba.

Tema mengenai cyberbullying ini diangkat sebagai keseriusan Binus University dalam menghentikan kekerasan terhadap anak. Selain itu sekaligus memperingati Hari Anti Kekerasan Internasional yang jatuh di tanggal 2 Oktober, dan Hari Kesehatan Mental Internasional pada tanggal 10 Oktober.

Siswa jadi korban cyberbullying

UNESCO dan Science Daily menyampaikan pada tahun 2017 remaja usia 9-17 tahun rentan terhadap efek negatif internet, termasuk cyberbullying. Dampaknya, anak-anak yang pernah menjadi korban cyberbullying dua kali lebih rentan untuk menyakiti diri sendiri dan melakukan tindakan bunuh diri.

Sayangnya hanya satu penelitian tercatat mengenai jumlah cyberbullying di Indonesia, yaitu dari Triantoro Safaria. Menurut Safaria, dari 102 SMA yang ada di Yogyakarta, 89% siswanya sempat menjadi korban cyberbullying setidaknya sekali.

Baca juga: Binus School Perkuat Prestasi di Berbagai Ajang Internasional

“Tema ini diangkat sebagai bentuk kepedulian Communication Department, Binus University terhadap isu cyberbullying yang marak akhir-akhir ini. Cyberbullying banyak menyerang anak muda berusia dibawah 25 tahun, dan dapat berakibat fatal, seperti gangguan emosional hingga bunuh diri,” ujar Maria Anggia Head of Communication Department, Binus University.

Situasi di atas juga dikhawatirkan Junito Drias, tenaga ahli kampanye Wahana Visi Indonesia. “Lalu lintas komunikasi massa pada era sekarang, 80% memakai kanal internet. Itu artinya si pengguna sangat rawan mengalami cyberbully,” ujarnya.

Meningkatkan literasi digital

Juara E-Poster pada ajang Communication in Action (COMIC) 2018 dengan tema Think then Post: Stop Cyberbullying yang diadakan Communication Department Binus University (6/10/2018).Dok. Binus Juara E-Poster pada ajang Communication in Action (COMIC) 2018 dengan tema Think then Post: Stop Cyberbullying yang diadakan Communication Department Binus University (6/10/2018).
Walau efek bully baik di dunia nyata dan maya adalah sama, bully di dunia maya memiliki ciri khas berupa imajinasi perundungan yang jauh lebih kuat ketimbang bully di dunia nyata. Ini artinya cyberbully mempengaruhi daya khayal anak. Padahal kemampuan imajinasi dalam usia tumbuh kembang sangat penting.

"Menurut laporan UNICEF tahun 2016, 41 hingga 50% remaja Indonesia pernah mengalami cyberbully (perundungan siber). Kami yakin bahwa solusi riil atas permasalahan ini adalah peningkatan literasi digital secara masif, komprehensif, dan sistematis," Dedy Permadi selaku Ketua Umum GNLD (Gerakan Nasional Literasi Digital) Siberkreasi.

Dedy menambahkan, kompetisi COMIC 2018 adalah salah satu pendekatan kreatif dalam menebarkan kepedulian terhadap perundungan siber dan mengurangi potensi ancaman di dunia maya bagi generasi muda.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.