Mengkaji Ulang Penggunaan Gawai pada Anak

Kompas.com - 17/10/2018, 19:29 WIB
Pusat Kajian Perlindungan Anak Indonesia (PUSKAPA) bekerjasama dengan UNICEF menyelenggarakan seri pembelajaran bulanan bertajuk ?Ending Childhood Violence? di Auditorium Komunikasi, FISIP UI pada Jum?at (12/10/2018). Dok. UIPusat Kajian Perlindungan Anak Indonesia (PUSKAPA) bekerjasama dengan UNICEF menyelenggarakan seri pembelajaran bulanan bertajuk ?Ending Childhood Violence? di Auditorium Komunikasi, FISIP UI pada Jum?at (12/10/2018).

KOMPAS.com - Pusat Kajian Perlindungan Anak Indonesia (PUSKAPA) bekerjasama dengan UNICEF menyelenggarakan seri pembelajaran bulanan bertajuk “Ending Childhood Violence” di Auditorium Komunikasi, FISIP UI pada Jum’at (12/10/2018).

Pada bulan ini, diskusi membahas anak-anak dengan teknologi di era digital. Diskusi ini menghadirkan beberapa pembicara di antaranya: Roy Huiismans (Profesor ISS Erasmus University), Aris Kurniawan (Sub Direktorat Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI), dan Donny (ICT Watch Indonesia).

Pemaparan pertama dilakukan Roy Huiismans selaku akademisi yang menceritakan hasil penelitiannya mengenai paparan anak usia 11 sampai 15 tahun oleh smartphone dan internet di area pedesaan Laos dan Vietnam.

DIlansir dari laman resmi UI, Roy mengatakan kalau di keluarga kelas menengah ke bawah anak-anak lebih dulu memiliki dan menggunakan smartphone dibandingkan orang tuanya. Hal ini mengkhawatirkan, karena orangtua tidak bisa mengawasi secara langsung penggunaan smartphone dan internet oleh anak-anak.

Baca juga: Tim UI Peduli Berikan Bantuan Logistik untuk Palu - Donggala

Selanjutnya, Aris Kurniawan sebagai perwakilan dari badan pemerintahan memaparkan upaya-upaya yang sudah dan akan terus dilakukan pemerintah untuk memblokir dan mengurangi pengaruh buruk teknologi digital.

Langkah-langkah yang terus dilakukan antara lain pemblokiran situs pornografi, perjudian, serta konten kekerasan lain. Hal ini menjadi urgensi dari tim Cyber Drone 9 dalam melindungi pengguna internet di bawah umur.

Beberapa upaya lain yang sedang dan akan dilaksanakan oleh pemerintah ialah gerakan nasional literasi digital, pengembangan kurikulum, pengembangan komunitas dan proyek kolaborasi.

Tidak jauh berbeda dengan paparan Aris, Donny menceritakan pengalamannya selama bekerja sama dengan badan pemerintahan dalam pengarahan penggunaan internet untuk anak-anak.

Ia mengatakan bahwa ancaman penggunaan smartphone dan internet terhadap anak tidak hanya secara online seperti cyber bullying, namun anak tetap mungkin mendapatkan kekerasan di dunia nyata.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X