Kompas.com - 01/11/2018, 11:15 WIB
FIA UI menggelar 2nd International Conference on Administrative Science, Policy, and Governance Studies 2018 (2nd ICAS-PGS 2018) di Jakarta, 30-31 November 2018. Dok. Kompas.comFIA UI menggelar 2nd International Conference on Administrative Science, Policy, and Governance Studies 2018 (2nd ICAS-PGS 2018) di Jakarta, 30-31 November 2018.

KOMPAS.com - Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) berkoloborasi dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) dan Institute for Governance and Policy Analysis, Universitas Canberra (IGPA UC) menggelar konferensi internasional "2nd International Conference on Administrative Science, Policy, and Governance Studies 2018 (2nd ICAS-PGS 2018)" di Jakarta, 30-31 November 2018.

Konferensi tahunan kedua digelar FIA UI ini mengangkat tema “Advancing Policy, Governance, and Innovation in Digital Ecosystems: A Multidisciplinary Approach." 

"Konferensi ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi dan kesiapan pemerintah, pelaku bisnis, serta masyarakat dalam menghadapi era digital. Konferensi ini menjadi networking hub dan diseminasi berbagai studi terkini di bidang ilmu administrasi," jelas Reza Fathurrahman, Ketua Pelaksana ICASPGS 2018 kepada Kompas.com di sela-sela acara.

Ia menambahkan konferensi ini di dihadiri lebih dari 300 orang pakar dan akademisi dari dalam dan luar negeri.

Tantangan Ilmu Administrasi era digital

Tampil sebagai pembicara utama pada hari pertama seminar; Prof. Mark Evans (University of Canberra, Australia), Prof. Wahyudi Kumorotomo, Ph.D (Universitas Gadjah Mada, Indonesia) dan Prof. Eko Prasojo Dekan FIA UI yang juga mantan Wamen PANRB.

Kepada Kompas.com Mark Evans menyampaikan, ada 2 tantangan utama yang dihadapi Ilmu Administrasi di era digital. "Pertama adalah meningkatkan pengalaman kualitas layanan publik berbasis teknologi dan kedua meningkatkan kemampuan dan kompetensi ilmu administrasi berbasis digital sebagai pelaku utama layanan publik," jelas Mark.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Vokasi UI Ajak Orang Muda Cintai Produk Lokal

Hal senada disampaikan Eko Prasojo, "Problemnya terkait bagaimana mengubah kultur dan kompetensi baru terkait perkembangan era digital yang sangat masiv dan juga global. Persaingan tidak hanya terjadi di negara kita sendiri namun juga dengan negara lain."

Ia menambahkan, demograsi negara kita didominasi generasi milenial sehingga bagaimana Ilmu Administrasi diharapkan mampu mendorong generasi Y dan generasi Z memiliki kompetensi dan kultur baru era digital.

FIA hadapi Revolusi Industri 4.0

Eko Prasojo menyampaikan FIA UI menyiapkan 5 fokus yakni kebijakan, tata kelola, kultur, inovasi dan institusi dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dalam seluruh program studi, termasuk kerjasama penelitian.

"Menyiapkan lulusan yang banyak berasal dari generasi milenial, University of Canberra melakukan pola kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Jadi tidak lagi dosen memberikan ilmu satu arah tetapi memberdayakan dan menginspirasi generasi milenial ini," kata Mark.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.