Jamin Pendidikan Anak-anak TKI di Malaysia, Pemerintah Kirim 100 Guru

Kompas.com - 22/11/2018, 20:47 WIB
Seorang guru muda Indonesia sedang berfoto bersama anak-anak TKI di Malaysia. Mereka berfoto pada acara Serah Terima Guru untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Malaysia, Rabu (31/10/2018), di Hotel Klagan Regency, Kota Kinabalu, Malaysia. kemdikbud.go.idSeorang guru muda Indonesia sedang berfoto bersama anak-anak TKI di Malaysia. Mereka berfoto pada acara Serah Terima Guru untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Malaysia, Rabu (31/10/2018), di Hotel Klagan Regency, Kota Kinabalu, Malaysia.


KOMPAS.com
–  Pemerintah pastikan anak-anak Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) di Malaysia mendapat akses pendidikan yang layak.

Untuk itu, pemerintah mengirim 100 guru ke Malaysia. Diberitakan kemdikbud.go.id, tercatat 95 dari 100 guru Indonesia terpilih telah didistribusikan ke Malaysia pada Kamis (1/11/2018) lalu.

Mereka ditempatkan di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang tersebar di wilayah Sabah dan Sarawak. Sedangkan sisanya 5 guru akan diberangkatkan kemudian ke Kuching, Malaysia, setelah perizinan tugasnya rampung.

Para guru itu akan melayani pendidikan anak-anak tenaga kerja Indonesia di sana selama dua tahun.

Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Praptono memastikan bahwa guru-guru diberangkatkan telah memenuhi persyaratan. 

“Guru-guru ini insyaallah punya empat kompetensi yang disyaratkan, yaitu pedagogi, kepribadian, sosial, dan profesionalisme,” ujar Praptono, seperti dimuat laman kemdikbud.go.id.

Pratono mengatakan itu saat memberikan sambutan pada acara Serah Terima Guru untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Malaysia, Rabu (31/10/2018), di Hotel Klagan Regency, Kota Kinabalu, Malaysia.

Lebih lanjut, Pratono mengungkapkan, para guru itu diseleksi secara ketat dan detail dari ribuan pendaftar agar optimal dalam mengemban tugasnya. Sebagian besar dari mereka berusia muda yang sehat secara jasmani dan rohani sehingga akan lebih produktif.

“Diharapkan mereka dapat melayani jasa konsultasi orang tua, melakukan bimbingan bahkan contoh ekstrimnya hingga membantu persalinan,” tuturnya.

Praptono menekankan, kegiatan belajar mengajar di sana harus tetap berjalan meskipun pendukung delapan standar nasional pendidikan tidak tersedia sepenuhnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X