Kurangi Tekanan Akademik, Singapura Kembangkan Belajar untuk Kehidupan

Kompas.com - 09/01/2019, 07:20 WIB
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.CHRISTOPHE ARCHAMBAULT / AFP Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.

KOMPAS.com - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyerukan kepada orang tua untuk mendukung perubahan terbaru pada sistem pendidikan (5/1/2018).

Ia juga menyampaikan, siswa di sekolah-sekolah Singapura tidak hanya diperlengkapi dengan keterampilan untuk mencari nafkah, tetapi juga pendidikan yang membantu mengembangkan karakter dan nilai-nilai.

"Agar Singapura berhasil, warga Singapura tidak hanya harus menjadi warga negara yang berpendidikan tinggi dan pekerja yang terlatih, mereka harus memiliki 'nilai-nilai yang tidak berwujud tetapi penting'", tambah Lee Hsien Loong seperti dikutip dari straitstimes.com.

Hal ini disampaikan perdana menteri saat berbicara kepada 242 penerima Edusave Award dari Kementerian Pendidikan Singapura (MOE), di Townsville Primary School. PM Lee mengatakan ada kebutuhan bagi siswa untuk memahami dunia, dan untuk merasakan rasa kebangsaan dan kepedulian sosial.

Baca juga: Singapura Mengubah Paradigma Pendidikan, Belajar Bukan Kompetisi

"Itu tergantung tidak hanya pada pengetahuan apa yang telah diterima di sekolah; bahasa, sains dan matematika, ekonomi dan sejarah, tetapi juga nilai-nilai tidak berwujud tetapi penting (seperti) merawat teman sekelas dan sesama warga negara, bersedia berkontribusi untuk kebaikan bersama, bangga dengan negara kita, dan berdiri untuk itu," tambahnya.

Perdana Menteri Singapura juga mengatakan perubahan terbaru pada sistem pendidikan akan membuat belajar lebih bermakna bagi siswa.

Ini termasuk mengurangi penekanan pada hasil akademik dan mendedikasikan lebih banyak waktu kurikulum untuk pembelajaran yang lebih dalam, dan membantu siswa mnemukan hubungan antara konten buku teks dan dunia nyata.

"Kami ingin menanamkan semangat muda di Singapura untuk 'Belajar untuk Kehidupan' (Learn for Life) sehingga mereka siap untuk ekonomi masa depan," tambahnya.

Dia meminta orang tua untuk memahami apa yang sedang dicoba dicapai oleh pemerintah Singapura saat ini, dan mendukung tujuan tersebut.



Terkini Lainnya

Melukis Mural, Pekerjaan Tambahan Petugas PPSU Kala Momen Besar Tiba

Melukis Mural, Pekerjaan Tambahan Petugas PPSU Kala Momen Besar Tiba

Megapolitan
Korban Pencabulan Sopir, Loncat dari Minibus Saat Razia Kendaraan

Korban Pencabulan Sopir, Loncat dari Minibus Saat Razia Kendaraan

Regional
Hendak Menyalakan Lampu, Jumli Kaget Meteran Listrik Raib Dicuri

Hendak Menyalakan Lampu, Jumli Kaget Meteran Listrik Raib Dicuri

Regional
Dengar Kesaksian Para Saksi, TKN Nilai Gugatan 02 Sulit Dikabulkan MK

Dengar Kesaksian Para Saksi, TKN Nilai Gugatan 02 Sulit Dikabulkan MK

Nasional
Pria Ini Dorong Istrinya yang Tengah Hamil dari Tebing di Thailand

Pria Ini Dorong Istrinya yang Tengah Hamil dari Tebing di Thailand

Internasional
Gunakan Alamat Sama, Disdik Jabar Panggil Orangtua Pendaftar PPDB 2019

Gunakan Alamat Sama, Disdik Jabar Panggil Orangtua Pendaftar PPDB 2019

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Nasional
Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Internasional
Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Regional
Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Nasional
Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Nasional
Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Regional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional

Close Ads X