Mewujudkan Impian Bersama Membangun Peradaban Dunia lewat Pendidikan

Kompas.com - 11/01/2019, 14:33 WIB
Pertemuan antara Menteri Pendidikan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik di Gedung Kemendikbud RI, Jakarta, 11 Januari 2019.Dok. Kompas.com Pertemuan antara Menteri Pendidikan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik di Gedung Kemendikbud RI, Jakarta, 11 Januari 2019.

KOMPAS.com - Malaysia dan Indonesia melalui kementerian pendidikan masing-masing negara berupaya mewujudkan impian bersama dalam membangun peradaban dunia melalui pendidikan dan kebudayaan, khususnya budaya Melayu.

Hal mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik di Gedung Kemendikbud RI, Jakarta, 11 Januari 2019.

"Pendidikan memainkan peranan penting dalam mencerahkan peradaban. Simbiosis antar kedua bangsa ini dapat menjadi 'dentuman' baru bagi peradaban dunia," harap Menteri Maszlee.

Pendidikan nilai dan karakter

"Kami sangat kagum dengan pendekatan Indonesia yang menempatkan pendidikan dan kebudayaan dalam satu kementerian karena pendidikan terkait dengan nilai. Pendidikan yang terpisah dengan nilai (budaya) hanya akan menghasilkan 'robot-robot' bernyawa," tegasnya.

Baca juga: Kemendikbud Kirim 1.000 Guru SMK ke Singapura Perkuat Teknologi 4.0

Ia menambahkan, Indonesia dan Malaysia dapat menjadi kekuatan sintesis baru di antara modernisasi barat dan radikalisme Islam dengan nilai utama nusantara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Pendidikan di Malaysia di era Malaysia Baru, tambah Menteri Pendidikan Malaysia, akan menitikberatkan pada pendidikan nilai dan karakter.

"Pendidikan harus bisa mengangkat generasi yang akan datang. Perlu pembinaan karakter, perlu budaya yang baru bagi rakyat Malaysia untuk bangkit menjadi bangsa yang maju melalui pendidikan berkualitas," ujar Maszlee mengutip pesan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Belajar 3 fokus pendidikan Malaysia

Lebih jauh Menteri Pendidikan Malaysia menyampaikan saat ini ada 3 fokus utama dalam pengembangan pendidikan di Malaysia.

"Yang pertama adalah pendidikan nilai dan karakter. Semua bermula dengan nilai. Rajin bekerja, amanah, disiplin, komitmen dan memiliki integritas yang tinggi," jelas Maszlee.

Selain itu, fokus pendidikan Malaysia juga diarahkan pada pengembangan kemampuan berbahasa Inggris. Jika ingin mampu bersaing di tingkat global, kita harus menguasai bahasa Inggris.

"Ke depan siswa Malaysia diharapkan menjadi siswa multi lingual. Minimal generasi Malaysia menguasai 3 bahasa; bahasa Inggris, bahasa Melayu dan bahasa tambahan, bisa bahasa Arab, Mandarin, Tamil atau lainnya," ujar Maszlee.

Terakhir yang menjadi fokus pendidikan Malaysia adalah pengembangan literasi baca lewat kampanye "Malaysia Membaca". Ia menyampaikan tahun 2030, ia mengharapkan Malaysia dapat masuk peringkat pertama literasi baca di dunia.

Mempromosikan "cinta'

Pertemuan antara Menteri Pendidikan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik di Gedung Kemendikbud RI, Jakarta, 11 Januari 2019.Dok. Kompas.com Pertemuan antara Menteri Pendidikan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik di Gedung Kemendikbud RI, Jakarta, 11 Januari 2019.

Ke depan, Indonesia dan Malaysia akan mengintensifkan kerjasama pendidikan. "Kita membicarakan banyak upaya kolaborasi. Misal industri buku Indonesia yang sangat berkembang, kita akan banyak bekerja sama dalam hal ini," ujar Menteri Pendidikan Malaysia.

Termasuk di antaranya mengembangkan kerjasama dalam menampilkan wajah Islam yang lebih moderat, untuk mengembalikan Islam yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Selain itu juga akan dilaksanakan kerjasama pertukaran guru antara Indonesia dan Malaysia. Mendikbud RI Muhadjir Effendy menyambut baik kerjasama ini.

"Kita sudah pernah melakukan kerjasama ini (pertukaran guru dan siswa). Kita punya siswa-siswa di sana (Malaysia) yang sudah saling berkunjung termasuk dalam tukar pengalaman dalam bidang kebudayaan," ujar Mendikbud RI.

Muhadjir Effendy menambahkan, "Harapannya kita bersama bisa membangun Asia Tenggara yang berbasis pada ranah Melayu, Islam yang moderat, kesamaan rumpun dan semakin mengintegrasikan bahasa Melayu dan Indonesia."

"Melalui penerbitan buku untuk mendorong buku-buku Islam yang mengedepankan nilai kemanusiaan, toleransi, saling respek.." ujar Mendikbud RI saat ditanyakan mengenai upaya kedua negara menghadapi arus radikalisme dalam dunia pendidikan.

"...Dan juga mempromosikan cinta," tambah Menteri Pendidikan Malaysia melengkapi. 


Terkini Lainnya

Pabrik Serat Optik Senilai Rp 1 Triliun Dibangun di Kendal

Pabrik Serat Optik Senilai Rp 1 Triliun Dibangun di Kendal

Regional
FBI Dilaporkan Ikut Selidiki Proses Sertifikasi Boeing 737 MAX

FBI Dilaporkan Ikut Selidiki Proses Sertifikasi Boeing 737 MAX

Internasional
Fakta Prabowo Batal Kampanye di Pangkal Pinang, Tak Ada Penjelasan hingga Gubernur Babel Batal Cuti

Fakta Prabowo Batal Kampanye di Pangkal Pinang, Tak Ada Penjelasan hingga Gubernur Babel Batal Cuti

Regional
Mengenal Lembaga Anti-Korupsi seperti KPK di 8 Negara

Mengenal Lembaga Anti-Korupsi seperti KPK di 8 Negara

Internasional
Modifikasi Knalpot Motor, Siap-siap Didenda Rp 250.000

Modifikasi Knalpot Motor, Siap-siap Didenda Rp 250.000

Megapolitan
Anggota DPR: Tol Cigatas Jadi Akses Penghubung Jakarta-Surabaya via Selatan Jawa

Anggota DPR: Tol Cigatas Jadi Akses Penghubung Jakarta-Surabaya via Selatan Jawa

Regional
Seluruh Jenazah Korban Teror Selandia Baru Selesai Diidentifikasi

Seluruh Jenazah Korban Teror Selandia Baru Selesai Diidentifikasi

Internasional
Perjuangan Winih, Ibu Fauzan Tak Kenal Lelah Gendong Putranya Bersekolah...

Perjuangan Winih, Ibu Fauzan Tak Kenal Lelah Gendong Putranya Bersekolah...

Megapolitan
1.600 Tamu Hotel di Korea Selatan Jadi Korban Skandal Kamera Tersembunyi

1.600 Tamu Hotel di Korea Selatan Jadi Korban Skandal Kamera Tersembunyi

Internasional
Dimarahi karena Bentak Ibu, Gadis 16 Tahun Minum Racun hingga Tewas

Dimarahi karena Bentak Ibu, Gadis 16 Tahun Minum Racun hingga Tewas

Regional
Majelis Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith

Regional
PAN dan Berkarya Belum Aman, Sandiaga Sebut Akan 'All Out' Bantu Naikkan Elektabilitas

PAN dan Berkarya Belum Aman, Sandiaga Sebut Akan "All Out" Bantu Naikkan Elektabilitas

Nasional
Sandiaga Sebut Total Investasi OK OCE Capai Rp 359 Miliar

Sandiaga Sebut Total Investasi OK OCE Capai Rp 359 Miliar

Nasional
Bahas Masalah Sungai, Komunitas Peduli Sungai Se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Bahas Masalah Sungai, Komunitas Peduli Sungai Se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Megapolitan
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Pengedar Sabu

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Pengedar Sabu

Regional


Close Ads X