Kompas.com - 20/01/2019, 16:01 WIB
Ilustrasi pengobatan herbal ShutterstockIlustrasi pengobatan herbal

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendorong dibukanya program studi S1 Profesi Kesehatan Tradisional di Universitas Airlangga (Unair). Harapan Kemenkes didasari pada kebutuhan di masyarakat terkait alternatif pelayanan kesehatan.

Hal ini disampaikan Ina Rosalina Dadan Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes saat melakukan kunjungan ke Universitas Airlangga (14/1/2019). Kunjungan tim Kemenkes tersebut dihadiri pula oleh pimpinan Unair, pimpinan Rumah Sakit Pendidikan Unair (RS Unair), dan pimpinan beberapa fakultas terkait.

Saat ini Unair telah memiliki prodi D3 Pengobatan Tradisional yang berdiri sejak 2005, dan D4 Pengobatan Tradisional yang berdiri sejak 2014.

Kebutuhan masyarakat

 

Dalam kunjungan itu, Ina mengatakan bahwa ada beberapa pertimbangan Kemenkes mendorong UNAIR agar membuka prodi S1 Profesi Kesehatan Tradisional.

Baca juga: Menristek Dorong Perguruan Tinggi Buka Prodi Kekinian

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama, saat ini adalah masa disrupsi milenial 4.0. di mana semua perlu pengembangan ilmu. Diharapkan, prodi yang sudah ada dapat dikembangkan menjadi S1 profesi kesehatan tradisional. Sebab, masyarakat banyak membutuhkan pelayanan kesehatan dengan cara yang berbeda.

Kedua, Unair sudah memiliki Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) yang sudah memiliki pelayanan tradisional terintegrasi. “Pelayanan terintegrasi dimiliki RS UNAIR sangat bagus. Mudah-mudahan dengan adanya RS yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan tradisional bisa dikenal secara luas oleh masyarakat,” ungkap Ina dikutip dari laman resmi Unair.

Pusat studi kesehatan tradisional

Sementara itu, Rektor Unair Prof Moh Nasih menyambut baik keinginan Kemenkes dalam mendorong Unair mendirikan prodi S1 Batra. Dikatakan rektor Uniar akan melakukan kajian ulang terkait pembukaan prodi S1 Profesi Kesehatan Tradisional.

“Akan kami siapkan. Kami sudah sampaikan kira-kira kebutuhan pasar seperti apa. Kalau itu jadi kebutuhan riil di masyarakat, kenapa tidak. Karena itu akan menyangkut minat dari mahasiswa juga. Kalau minat tidak banyak, nanti kita juga yang akan susah,” terangnya.

Rektor menambahkan, pendirian S1 Profesi Kesehatan Tradisional akan dimulai terlebih dahulu dengan mendirikan pusat studi.

“Kita bangun pusat studi untuk kesehatan tradisional. Kalau semua sudah siap, entah tahun ini atau tahun depan, kita sudah bisa buka operasional S1 Profesi Kesehatan Tradisional,” ungkap rektor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.