Mochtar Riady: "AI & Big Data" Kunci Pendidikan di Era Revolusi 4.0

Kompas.com - 22/01/2019, 17:40 WIB
Mochtar Riady dalam acara penyerahan Bantuan bagi Mahasiswa Berprestasi Lippo (BMBL) yang dilakukan secara simbolis Selasa, 22 Januari 2019 disaksikan Menristekdikti Mohamad Nasir, di Gedung Dikti, Jakarta.Dok. Lippo Group Mochtar Riady dalam acara penyerahan Bantuan bagi Mahasiswa Berprestasi Lippo (BMBL) yang dilakukan secara simbolis Selasa, 22 Januari 2019 disaksikan Menristekdikti Mohamad Nasir, di Gedung Dikti, Jakarta.

KOMPAS.com - Pendiri Kelompok Usaha Lippo Mochtar Riady menyampaikan ada dua hal penting yang perlu menjadi pusat perhatian pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0: Kecerdasan Buatan ( AI) dan Maha Data ( Big Data).

Hal ini disampaikan Mochtar Riady khusus kepada Kompas.com di sela-sela acara penyerahan Bantuan bagi Mahasiswa Berprestasi Lippo (BMBL) sebesar Rp 1,5 milyar yang dilakukan secara simbolis Selasa, 22 Januari 2019 disaksikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, di Gedung Dikti, Jakarta.

BMBL ini diberikan kepada 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diterima langsung oleh Rektor/Pimpinan PTN terkait.

Peran AI dan Big Data 

"Semua pendidikan tujuannya meningkatkan kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Nah, masuk dalam industri 4.0 ini, intinya adalah teknologi. Kalau kita (masih) bicara soal digital, hal itu sudah lewat," ujar Mochtar Riady. 

Baca juga: Lippo & Kemenristek, Dorong Sinergi Dunia Usaha dan Pendidikan Tinggi

Pendiri kelompok usaha Lippo ini menegaskan kini saatnya pendidikan tinggi memberikan perhatian khusus kepada artificial intelligence (AI) dan Big Data.

"AI meski merupakan bagian dari teknologi digital namun menggunakan teknologi tersebut untuk mengumpulkan semua data yang besar itu. Data ini menjadi sangat penting karena dapat dianalisa dan diolah berdasarkan apa yang menjadi karakter atau kebutuhan masyarakat saat ini," jelas Mochtar Riady.

Ia menambahkan,  big data ini kini menjadi sangat penting dan dibutuhkan dalam mengambil keputusan-keputusan krusial, termasuk dalam bisnis.

"Universitas Pelita Harapan (UPH) sendiri saat ini mulai memasukan AI dan Big Data sebagai bagian untuk mengembangkan service industries (industri layanan/service) dalam Lippo Group," ujar Mochtar Riady.  

Pergeseran pengelolaan pendidikan tinggi

Hal senada juga disampaikan Menristekdikti Mohamad Nasir yang melihat kehadiran era revolusi industri 4.0 telah banyak merubah tatanan ekonomi di Indonesia.

"Termasuk membuat pergeseran cara pandang mengelola perguruan tinggi. Kita tidak bisa lagi melakukan sesuatu seperti dulu. Perubahan dunia begitu cepat maka sistem pengajaran harus diubah," ujar Menristek.

Menristek menyontohkan dulu 1 dosen mendampingi 20 mahasiswa untuk program eksakta  dan 30 mahasiswa untuk ilmu sosial. Percepatan tidak dapat terjadi kalau kita masih menggunakan sistem ini, kata Menristek.

Angka partisipasi pendidikan tinggi yang masih diangka 34 persen dan kondisi geografis Indonesia yang luas mendorong perlu pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk mempercepat akselerasi dan pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia.

"Di samping itu, program studi yang diajarkan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri 4.0. Program studi yang tidak menyesuaikan akan kehilangan fungsi," tegas Kemenristek.

Selain itu Kemenristek juga mendorong sinergi pendidikan tinggi dan dunia industri melalui kerjasama riset. "Singapura dan China mengalami kebangkitan luar biasa karena riset pendidikan tinggi di scale up atau dikomersialisasi oleh dunia industri," tandas Menristekdikti.


Terkini Lainnya

Antusias Lihat Peresmian MRT Jakarta, Warga Padati Bundaran HI

Antusias Lihat Peresmian MRT Jakarta, Warga Padati Bundaran HI

Megapolitan
Plt Bupati Trenggalek Ajak Komunitas Motor Bersihkan Pantai di Kawasan Konservasi Penyu

Plt Bupati Trenggalek Ajak Komunitas Motor Bersihkan Pantai di Kawasan Konservasi Penyu

Regional
Setelah Dinyatakan Kalah, Akankah Ancaman ISIS Sepenuhnya Hilang?

Setelah Dinyatakan Kalah, Akankah Ancaman ISIS Sepenuhnya Hilang?

Internasional
Jonan: Tidak Banyak yang Tahu, 50 Persen Anggaran Kementerian ESDM Dikembalikan ke Rakyat

Jonan: Tidak Banyak yang Tahu, 50 Persen Anggaran Kementerian ESDM Dikembalikan ke Rakyat

Regional
Tutup MTQ, Wagub Sumut Menangis Ingat Sang Ayah

Tutup MTQ, Wagub Sumut Menangis Ingat Sang Ayah

Regional
Hari Pertama Kampanye Terbuka, Ini Daerah yang Dikunjungi Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga

Hari Pertama Kampanye Terbuka, Ini Daerah yang Dikunjungi Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Antisipasi Banjir, Pemkot Palembang Tambah Pompanisasi di Kolam Retensi

Antisipasi Banjir, Pemkot Palembang Tambah Pompanisasi di Kolam Retensi

Regional
Pemilik Warung Jadi Bandar Narkoba, 10 Kg Sabu Disimpan Dalam Bungkus Makanan dan Karung

Pemilik Warung Jadi Bandar Narkoba, 10 Kg Sabu Disimpan Dalam Bungkus Makanan dan Karung

Megapolitan
Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Akses 4 Desa di Bima Lumpuh

Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Akses 4 Desa di Bima Lumpuh

Regional
Sandiaga: 21 Hari ke Depan Tidak Boleh Ada 'Statement' Menyerang

Sandiaga: 21 Hari ke Depan Tidak Boleh Ada "Statement" Menyerang

Nasional
Terjebak Badai, 1.300 Penumpang Kapal Pesiar Diangkut Pakai Helikopter

Terjebak Badai, 1.300 Penumpang Kapal Pesiar Diangkut Pakai Helikopter

Internasional
Lama Ditutup, Jalan Prof M Yamin Menteng Akan Dibuka untuk Umum

Lama Ditutup, Jalan Prof M Yamin Menteng Akan Dibuka untuk Umum

Megapolitan
Viral, Penumpang Makan Lesehan hingga Bergelantungan di MRT Jakarta

Viral, Penumpang Makan Lesehan hingga Bergelantungan di MRT Jakarta

Megapolitan
Ingin Naik MRT Hari Ini, Penumpang Harus Daftar 'Online'

Ingin Naik MRT Hari Ini, Penumpang Harus Daftar "Online"

Megapolitan
Usai Diresmikan Jokowi, MRT Jakarta Beroperasi Mulai Pukul 11.00

Usai Diresmikan Jokowi, MRT Jakarta Beroperasi Mulai Pukul 11.00

Megapolitan


Close Ads X