Kisah Warsiah dan 5 Metode Kepala Sekolah Bimbing Siswa Membaca

Kompas.com - 27/02/2019, 18:22 WIB
Warsiah, Kepala SDN 013 Desa Bulu Perindu, Kecamatan Tanjung Selor, Kalimantan Utara memberikan bimbingan membaca kepada siswa dengan metode kartu baca. Dok. Inovasi KaltaraWarsiah, Kepala SDN 013 Desa Bulu Perindu, Kecamatan Tanjung Selor, Kalimantan Utara memberikan bimbingan membaca kepada siswa dengan metode kartu baca.

Anak-anak tidak bisa membaca kemudian akan dikelompokkan. Sedangkan anak tidak bisa mengeja, dengan anak tidak lancar membaca juga akan dipisahkan. Mereka akan ditangani dengan cara berbeda karena akan tidak efektif jika mereka berada dalam satu kelompok.

3. Dari kartu baca ke buku besar

Di sini anak tidak bisa mengeja diberikan layanan atau bimbingan khusus dengan mulai memperkenalkan huruf, yaitu dengan menggunakan kartu huruf dan kartu kata. Biasanya, setelah satu minggu anak dibimbing secara khusus, mereka sudah bisa mengenali huruf.

Sesudah anak bisa mengenal huruf, kegiatan selanjutnya adalah mengajari anak mengenal bunyi huruf sekaligus membunyikannya. Menurut Warsiah, secara keseluruhan butuh dua minggu agar anak bisa mengenal bunyi huruf.

“Jika anak telah mampu mengenal huruf dan bunyi, materi saya lanjutkan dengan memperkenalkan kata. Saya memulainya dengan memperkenalkan gabungan dua suku kata yang memiliki arti. Misalnya ‘bo’ dan ‘la’, jika digabung menjadi bola. Atau ‘ka’ dan ‘ki’, yang digabung menjadi kaki. Proses ini butuh waktu 1,5 bulan,” jelasnya.

Ketika mereka sudah lancar mengenal dua suku kata, baru dilanjutkan menggunakan buku bacaan dan mengajak mereka membaca buku cerita bergambar. Penggunaan gambar membantu anak mengetahui makna cerita.

Warsiah juga memakai media pembelajaran Big Book atau Buku Besar. Ketika membaca buku, ia tidak hanya meminta anak mengucapkan kata dengan benar tetapi juga menunjuk kata yang dibaca.

4. Belajar dengan menyenangkan

Setelah mereka selesai membaca, anak-anak akan diminta menceritakan ulang cerita yang dibaca, dan menjelaskan dengan kata-kata mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk memastikan anak memahami makna bacaan.

Layanan atau bimbingan khusus ini dilakukan oleh Warsiah dari pagi sampai selesai jam pembelajaran.

Untuk mengantisipasi rasa bosan pada anak yang tidak betah berlama- lama duduk di kelas, Warsiah dan para guru berusaha membuat kegiatan membaca menjadi lebih menyenangkan.

“Memang tidak mudah sebab anak tidak tahan berlama- lama duduk di kelas. Mereka mudah merasa bosan karena tidak belajar bersama rekan-rekan sebayanya. Kegiatan membaca harus dibuat menyenangkan," ujar Warsiah.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X