9 Ribu Mahasiswa akan Diterima Magang di 113 BUMN

Kompas.com - 20/03/2019, 18:57 WIB
Kemenristekdikti dan Kementerian BUMN menjalin kerjasama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB). Nota kesepahaman ditandatangani Mohamad Nasir dan Rini Soemarno di Gedung Mandala, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/3/2019).
Dok. KemenristekdiktiKemenristekdikti dan Kementerian BUMN menjalin kerjasama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB). Nota kesepahaman ditandatangani Mohamad Nasir dan Rini Soemarno di Gedung Mandala, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/3/2019).

KOMPAS.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian BUMN menjalin kerjasama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB).

Nota kesepahaman ditandatangani Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dan Menteri BUMN Rini Soemarno di Gedung Mandala, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya (20/3/2019).

Dilansir dari rilis resmi Kemenristekdikti, Menteri Rini Soemarno menargetkan sebanyak 9.000 mahasiswa ikut dalam Program Magang Mahasiswa Bersertifikat 2019 yang tersebar di 113 BUMN.

Magang bersertifikat

"Pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 9.000 peserta magang dari 231 perguruan tinggi yang akan dilaksanakan dalam 2 batch di mana pada batch-1 BUMN telah membuka 4.280 posisi di 113 BUMN," ungkap Menteri BUMN.

Baca juga: Kemenristek Imbau Magang dan Wirausaha jadi Bagian Pendidikan Tinggi

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan program ini merupakan langkah nyata Pemerintah meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Menteri Nasir menambahkan peserta Program Magang ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui di dunia kerja.

Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan ‘link and match’ antara perguruan tinggi sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan perusahaan/industri sebagai pengguna lulusan perguruan tinggi.

Uang saku dan rekrutmen

“Perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan dan industri. Jangan sampai perguruan tinggi mengajarkan kurikulum yang tidak mutakhir yang telah ketinggalan," ujar Nasir.

Ia menambahkan link and match antara perguruan tinggi dengan industri dapat dilakukan dengan transfer knowledge, transfer teknologi, dan program magang mahasiswa,” tutur Menteri Nasir.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan PMMB ini didesain untuk membantu menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang siap bekerja dan mampu bersaing. Program PMMB akan dilaksanakan minimal selama enam bulan dan diakui sebagai bagian dari SKS mahasiswa di kampus masing. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X