Mahasiswa Program Magang BUMN akan Menerima Uang Saku

Kompas.com - 20/03/2019, 19:12 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman PMMB antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan dan Kementerian BUMN di Gedung Mandala, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/3/2019). Dok. KemenristekdiktiPenandatanganan nota kesepahaman PMMB antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan dan Kementerian BUMN di Gedung Mandala, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/3/2019).

KOMPAS.com - "Pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 9.000 peserta magang dari 231 perguruan tinggi yang akan dilaksanakan dalam 2 batch di mana pada batch-1 BUMN telah membuka 4.280 posisi di 113 BUMN," ujar Menteri BUMN  Rini Soemarno.

Hal ini disampaikan Rini Soemarno setelah menandatangani nota kesepahaman antara Kemeterian Riset, Teknologi, dan Pendidikan dan Kementerian BUMN di Gedung Mandala, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/3/2019).

Menteri Rini menambahkan mahasiswa peserta Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) selain akan mendapatkan sertifikat kompetensi juga akan mendapatkan uang saku.

Uang saku

Selain itu peserta PMMB mendapatkan kesempatan pertama dalam program perekrutan karyawan di BUMN.

“Peserta magang juga mendapatkan sertifikat kompetensi atau sertifikat industri, mendapatkan uang saku, serta memiliki kesempatan pertama jika ada program perekrutan di BUMN," jelas Menteri Rini.

Baca juga: 9 Ribu Mahasiswa akan Diterima Magang di 113 BUMN

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan program ini merupakan langkah nyata Pemerintah meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. 

Ia menambahkan peserta Program Magang ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui di dunia kerja.

Link and match

Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan ‘link and match’ antara perguruan tinggi sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan perusahaan/industri sebagai pengguna lulusan perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan dan industri," tegasnya.

Jangan sampai perguruan tinggi mengajarkan kurikulum tidak mutakhir yang telah ketinggalan. "Link and match antara perguruan tinggi dengan industri dapat dilakukan dengan transfer knowledge, transfer teknologi, dan program magang mahasiswa,” ujar Menteri Nasir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

Edukasi
Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Edukasi
Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Edukasi
Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Edukasi
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Edukasi
Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Edukasi
Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Edukasi
Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Edukasi
Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Edukasi
Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Edukasi
Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Edukasi
Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Edukasi
Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Edukasi
Close Ads X