Indonesia Curi Perhatian di "London Book Fair 2019", Ini 3 Alasannya

Kompas.com - 26/03/2019, 22:07 WIB
Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Ricky Pesik, bersama Jacks Thomas, Director of the London Book Fair dalam kegiatan Market Focus Country Handover Ceremony di Olympia, London. Dok. BekrafWakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Ricky Pesik, bersama Jacks Thomas, Director of the London Book Fair dalam kegiatan Market Focus Country Handover Ceremony di Olympia, London.

KOMPAS.com - "Indonesia betul-betul menarik perhatian sebagai market focus country" dengan program-program budayanya yang menampilkan keberagaman dan kekayaan 17 ribu pulau tak hanya melalui  buku, namun juga kuliner, fashion, dan yang lainnya,” ujar Jack Thomas, Direktur "London Book Fair 2019".

Pernyataan Jacks Thomas ini mengemuka di hari terakhir acara London Book Fair 2019 yang berlangsung di Olympia London, 12-14 Maret 2019, sekaligus memberi penekanan kehadiran Indonesia sebagai Market Focus tidak hanya menampilkan sektor penerbitan namun juga sektor industri kreatif lainnya.

Penunjukan Indonesia sebagai Market Focus Country dalam London Book Fair 2019 merupakan program jangka panjang Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang dimulai dari 2018 hingga 2020.

Mengejar kontrak

Dalam masa 3 tahun ini, Panitia Pelaksana Kegiatan aktif mempromosikan konten penerbitan dan sub sektor industri kreatif tidak hanya dalam acara pertemuan B2B (Business to Business) namun terus melakukan kelanjutan dan negosiasi atas peluang-peluang kerja sama yang telah berhasil dilakukan saat Indonesia tampil di ajang London Book Fair.

Stories for Rainy Days KPG akan Diterbitkan dalam Bahasa Portugal

“Pada dasarnya, sebuah negara yang ikut serta dalam sebuah pameran buku internasional yang biasanya hanya berlangsung tiga hingga lima hari, adalah memanfaatkan momen itu untuk memperkenalkan konten-konten yang dimiliki," ujar Laura Bangun Prinsloo, Ketua Harian Panitia Pelaksana Kegiatan.

Ia menambahkan kerja selanjutnya justru terjadi seusai pameran buku di mana panitia harus mempu mendapatkan kontrak atas negosiasi yang sudah didapatkan saat pameran tersebut.

Keberhasilan negosiasi

Dalam tiga hari penyelenggaraan London Book Fair 2019, Indonesia mencatat keberhasilan 408 judul buku yang berhasil memasuki tahap negosiasi.

Dari total 408 judul ini, pihak penerbit umumnya memerlukan waktu untuk membaca tuntas karya yang diminati dan memastikan kelayakan pasar sebelum mengambil keputusan untuk menerbitkan.

Melihat pengalaman mengikuti London Book Fair selama tiga tahun terakhir, yaitu pada 2016-2018, terdapat rata-rata pencapaian 23 persen dari proses negosiasi ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X