Kompetisi Metrologi dan Upaya Membangun Harmoni Vokasi-Dunia Industri

Kompas.com - 14/04/2019, 21:01 WIB
PT Kawan Lama Sejahtera dan Ditjen Belmawa Kemristekdikti menggelar Kompetisi Metrologi Mahasiswa Vokasi Tingkat Nasional pada 9 April 2019 di ITB, Bandung (9/4/2019).Dok. Kawan Lama PT Kawan Lama Sejahtera dan Ditjen Belmawa Kemristekdikti menggelar Kompetisi Metrologi Mahasiswa Vokasi Tingkat Nasional pada 9 April 2019 di ITB, Bandung (9/4/2019).

KOMPAS.com - Tuntutan dunia industri akan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi semakin tinggi. Terkait hal itu, pendidikan vokasi menjadi salah satu terobosan yang diharapkan mampu mencetak SDM yang memiliki peran penting dalam dunia industri.

Mendukung hal itu, PT Kawan Lama Sejahtera, distributor penyedia peralatan industri teknik dan komersial bersama dengan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Belmawa Kemristekdikti) menggelar "Kompetisi Metrologi Mahasiswa Vokasi Tingkat Nasional".

Kompetisi diselenggarakan pada 9 April 2019 di Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kompetensi ilmu ukur dengan metode dan alat tepat, guna mendapatkan hasil kerja akurat dan presisi serta meningkatkan jiwa kompetitif dalam bidang pendidikan bagi mahasiswa.

Pemenang kompetisi metrologi

Kegiatan Kompetisi Metrologi Mahasiswa Vokasi Tingkat Nasional dilaksanakan bersamaan lomba Hackathon di ITB. Acara yang dibuka Ditjen Belmawa Kemristekdikti Prof. Ismunandar dan diikuti 70 peserta, dari 37 perguruan tinggi se-Indonesia.

Baca juga: Jebreeet, Vokasi UI Ajak Milenial Anti Golput

Kompetisi Metrologi dibagi menjadi 2 kategori tes, yaitu tes teori dan tes praktik. Pemenang kompetisi adalah peserta dengan jumlah skor tertinggi dari dua tes tersebut.

 

Dalam kompetisi tersebut terpilih 3 pemenang terbaik yakni:

  • Juara 1:  Bernardus Bagas Agung N dari ATMI Surakarta
  • Juara 2: Ervan Budi Santoso dari Politeknik Meta Industri Cikarang
  • Juara 3: Annisa Budiarti dari Politeknik Manufaktur Astra Jakarta

Untuk 3 orang pemenang berhak mendapatkan hadiah uang dan mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Metrology Centre Mitutoyo Asia Pacific di Singapura, selama 3 hari 2 malam.

"Link and Match" dunia industri

Para pemenang Kompetisi Metrologi Mahasiswa Vokasi Tingkat Nasional yang digelar PT Kawan Lama Sejahtera dan Ditjen Belmawa Kemristekdikti pada 9 April 2019 di ITB, Bandung (9/4/2019).Dok. Kawan Lama Para pemenang Kompetisi Metrologi Mahasiswa Vokasi Tingkat Nasional yang digelar PT Kawan Lama Sejahtera dan Ditjen Belmawa Kemristekdikti pada 9 April 2019 di ITB, Bandung (9/4/2019).

Edi Mulyono Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Profesi Kemristekdiktimenyatakan, “Melalui kompetisi semacam ini, kami harapkan mahasiswa-mahasiswa punya kompetensi yang sejalan dengan standar dunia industri.”

Acara yang didukung oleh brand alat ukur asal Jepang, Mitutoyo ini sebagai diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing mahasiswa vokasi, khususnya jurusan Teknik Mesin dan Teknik Otomotif.

“PT Kawan Lama Sejahtera ikut membangun bangsa dan mengobarkan api vokasi. Mahasiswa vokasi perlu memahami pengetahuan dasar dan keterampilan metrologi untuk menghadapi revolusi industri 4.0,” ujar Tony Sartono Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera.

Kompetisi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif kemajuan dunia pendidikan Indonesia, khususnya dalam menciptakan para penerus bangsa yang cakap dan berkeahlian tinggi di bidang metrologi atau pengukuran.

Lebih lanjut lagi, diharapkan melalui kompetisi ini akan menciptakan link and match Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan pendidikan, juga memfasilitasi pihak-pihak terkait institusi pendidikan untuk saling mengembangkan dan membagi ilmu yang bermanfaat untuk bangsa.



Terkini Lainnya

Gunakan Alamat Sama, Disdik Jabar Panggil Orangtua Pendaftar PPDB 2019

Gunakan Alamat Sama, Disdik Jabar Panggil Orangtua Pendaftar PPDB 2019

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Nasional
Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Internasional
Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Regional
Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Nasional
Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Nasional
Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Regional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional
Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Regional
Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Regional
Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Megapolitan
Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Regional
7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

Regional

Close Ads X