Kemenag Buka 5.000 Beasiswa Doktor pada Mei 2019, Ini Detailnya

Kompas.com - 30/04/2019, 13:53 WIB
Halaman depan pendaftaran beasiswa 5.000 doktor dalam negeri yang diadakan Kementerian Agama (Kemenag). http://5000doktor.diktis.id/registrationHalaman depan pendaftaran beasiswa 5.000 doktor dalam negeri yang diadakan Kementerian Agama (Kemenag).

KOMPAS.com - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali membuka pendaftaran 5.000 beasiswa program doktor yang rencananya dibuka pada 5-31 Mei 2019.

Dalam kesempatan ini, Kemenag telah menjalin kerja sama dengan 36 perguruan tinggi penyelenggara (PTP), yang terdiri dari 17 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dan 19 perguruan tinggi umum (PTU).

"Iya, diadakan rekrutmen setiap tahun dengan jumlah alokasi yang berbeda-beda," ujar Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Prof Dr M Arskal Salim saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (30/4/2019).

Arskal menyampaikan bahwa lamanya beasiswa yang diberikan itu tergantung dari kontrak penerima beasiswa, berdasarkan kondisi masing-masing.

Sementara, untuk informasi beasiswa dan tata cara pendaftaran 5.000 beasiswa doktor bisa disimak lebih lanjut di laman 5000doktor.diktis.id/registration.

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Santri Al-Azhar Kairo Ditutup, Ini Update Peserta

Informasi beasiswa

Perlu diketahui, program 5.000 beasiswa doktor dalam negeri ini terdiri dari beasiswa program doktor (full scholarship) dan bantuan penyelesaian pendidikan (BPP).

Untuk beasiswa program doktor (full scholarship) merupakan beasiswa Kemenag yang ditujukan bagi dosen dan tenaga kependidikan yang bekerja pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) atau pegawai Kemenag yang ingin menempuh studi jenjang doktor (S3) di perguruan tinggi berkualitas di dalam negeri.

Kemudian, jika Anda memilih beasiswa program doktor ada beberapa berkas yang harus dilengkapi ketika pendaftaran, berikut rinciannya:

1. Surat Permohonan Beasiswa Program Doktor yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam, di atas materai Rp 6.000.
2. Fotokopi kartu identitas (KTP).
3. Fotokopi ijazah S-2 yang dilegalisir.
4. Fotokopi transkrip nilai ijazah S-2.
5. Fotokopi kartu pegawai bagi PNS.
6. Izin dari atasan.
7. Fotokopi SK jabatan akademik terakhir bagi dosen atau SK kepengangkatan terakhir bagi PNS non-dosen.
8. Pas foto berwarna 4x6 sebanyak 3 lembar.
9. Surat pernyataan tentang keaslian dokumen, tidak sedang meneria beasiswa dari instansi lain, dan kesediaan mematuhi peraturan.
10. Surat pernyataan kesediaan untuk kembali bertugas dan mengabdi pada tempat tugas asal minimal dua kali masa tuags belajar (n) plus satu tahun (2n+1), terhitung setelah kelulusan.

Untuk program BPP, ditujukan bagi dosen dan PNS pada PTKIN atau Kemenag yang sedang dalam tahap akhir penyelesaian studi di kampus yang terakreditasi A atau B.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X